Pengelolaan Pendidikan (tentang Kompetensi Guru)


(tugas matakuliah Pengelolaan Pendidikan)

(oleh Robita)

  1. Kompetensi guru ada empat yaitu:
  • Kompetensi pedagodik

Kompetensi pedagodik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Dalam kompetensi ini, guru harus menguasai karakteristik peserta didik, menguasai teori belajar & prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, mampu mengembangkan kurikulum (silabus & RPP), mempunyai kegiatan pembelajaran yang mendidik, mempunyai program pengembangan potensi peserta didik, harus mempunyai komunikasi dengan peserta didik, serta mampu menilai dan mengevaluasi.

  • Kompetensi kepribadian

Yang dimaksud kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang berakhlak mulia, arif, berwibawa, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya. Karakteristik guru dalam kompetensi kepribadian ini yaitu sebagai berikut:

  1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional.
  2. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan.
  3. Mempunyai etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, dan mempunyai rasa bangga menjadi guru.
  • Kompetensi sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi  secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitarnya. Selain itu, guru juga harus bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak diskriminatif.

  • Kompetensi profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan penugasan materi pelajaran luas dan mendalam. Karakteristik guru yang sesuai dengan kompetensi ini yaitu:

ü  Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

ü  Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang relatif.

Proses Manajemen

Merencanakan

Merencanakan merupakan suatu proses memikirkan apa yang akan dilaksanakan atau diraih dengan tujuan, arah, tindakan, dan metode yang jelas serta matang.

Keberadaan suaru rencana sangatlah penting. Hal tersebut dikarenakan perencanaan berfungsi sebagai berikut.

1)      Untuk memberikan penjelasan dan perincian tujuan yang akan dicapai.

2)      Memberikan acuan serta menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan guna mencapai tujuan tersebut.

3)      Organisasi memperoleh standar sumber daya terbaik dan mendayagunakannya sesuai tugas pokok fungsi yang telah ditetapkan.

  • Menjadi rujukan bagi anggota organisasi dalam melaksanakan aktivitas yang konsisten, sesuai dengan prosedur dan tujuannya.
  • Memberikan batas kewenangan dan tanggung jawab bagi seluruh pelaksana.
  • Memantau dan mengukur  berbagai keberhasilan secara intensif, sehingga segala penyimpangan yang ditemukan dapat segera diperbaiki.
  • Memungkinkan untuk terpeliharanya penyesuaian antara kegiatan internal dan situasi eksternal.
  • Menghindari pemborosan.

Mengorganisasikan

Mengorganisasikan adalah tahapan “mengatur” dalam proses manajemen. Selain itu, mengorganisasikan dapat pula sebagai upaya mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang dan sumber daya di antara anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Keberadaan pengorganisasian ini berperan cukup penting, karena dapat memperjelas posisi dalam struktur dan pekerjaannya, dan melalui pemilihan, pengalokasian, dan pendistribusian kerja yang profesional, organisasi dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.

Memimpin

Menurut Stooner (1966:II) dalam buku Pengelolaan Pendidikan (2010:93), memimpin adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok atau seluruh organisasi. Di sisi lain, seorang pemimpin harus mempunyai  sifat kepemimpinan yang dapat menjadi pengarah yang didengaride dan pemikirannya oleh anggota organisasi.

Mengendalikan

Dalam buku Pengelolaan Pendidikan (2010: 94) dinyatakan bahwa pengendalian adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan yang direncanakan. Proses pengendalian ini melibatkan beberapa elemen, seperti menetapkan standar kinerja, mengukur kinerja, membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan, dan mengambil tindakan korektif saat pernyimpangan terdeteksi.

Dalam buku Pengelolaan Pendidikan (2010: 10-11), bidang garapan dalam administrasi pendidikan meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), sumber belajar, fasilitas, peserta didik, guru, pengguna jasa pendidikan, silabus, metode pengajaran, alat/media/buku belajar, dana, sumber dana dan fasillitas, serta tujuan pendidikan. Sementara itu, menurut Hoy dan Miskel (2001) ruang lingkup materi kajian administrasi pendidikan meliputi: 1) poses belajar mengajar, 2) struktur sekolah, 3) individu, 4) budaya dan iklim sekolah, 5) kekuasaan dan politik di sekolah, 5) lingkungan eksternal sekolah, 6) efektivitas dan kualitas sekolah, 7) pembuatan keputusan, 8) komunikasi, 9) kepemimpinan. Lain dengan Hoy dan Miskal, Lunenburg dan Ornstein (2003) mengemukakan ruang lingkup administrasi meliputi 1) culture, 2) change, 3) curriculum, 4) human resources administration, 5) diversity, 6) effective teaching strategies, dan 7) supervision of instruction.  Donmoyer dan Scheurich, (1995:28) mengutip pendapat National Policy Board of Educational Administration (1989,5-7) mengemukakan terdapat tujuh area kajian dalam administrasi pendidikan, yaitu 1) societal and cultural influence on schooling, 2) teaching and learning processes and school improvement, 3) organizational theory, 4) methodologies of organizational studies and policy analysis, 5) leadership and management processes and functions, 6) policy studies and politics of education, dan 7) moral and ethical dimensions of schooling. Senada dengan pendapat di atas, The University Council for Educational Administration (UCEA), sebagaimana dikutip oleh Donmoyer dan Scheurich (1995:28) merekomendasikan enam domain kajian administrasi pendidikan, yaitu 1) school improvement, 2) organizational studies, 3) economic and financial dimensions of schooling, 4) leadership and management process, 5) policy and political studies, 6) legal and ethical dimensions of schooling.

Referensi:

UU Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, UU RI Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. (2006). Jakarta: BP Media Pustaka Mandiri

Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan. (2010). Pengelolaan Pendidikan. Bandung: Penerbit Jurusan Administrasi Pendidikan UPI

Rastodio. (2009). Administrasi Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://rastodio.com/2009/09/pengertian-dan-ruanglingkup-administrasi-pendidikan.html

About these ads

About Robita

Hi, I am Robita, come from Indonesia. A girl who love singing, writing, and story telling. All readers here can post comments or share to your social media. Let's share informations, ideas, arguments, and knowledges through blogging. ^^

Posted on 12 June 2011, in Bahasa & Sastra Indonesia, umum and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: