[Cerpen] Berkemah di Bumi Moga


Hai, Aku Anis. Saat ini aku adalah seorang siswa kelas satu SMA di Kota Tegal. Ini adalah petualangan baruku sebagai siswa SMA. Petualangan selama masa-masa SMP sudah kulewati dan  yaa… cukuplah, hehehe…

By the way, kamu tahu siapa gadis yang berkudung cokelat di sana? Dia adalah Indras. Temanku dari SMP yang sama. Aku berteman dengannya, berteman baik.

Pada saat pengumuman anggota kelas, ternyata aku dan Indras di kelas yang sama, kelas X-2. Kami bermain bersama, jajan bersama, kerja kelompok bersama, dan memutuskan untuk berada dalam satu grup yang sama untuk kemah di Moga minggu depan. Kata kakak kelasku, kami akan berkemah selama lima hari empat malam di sana. Tentu saja ini bukan perkemahan biasa bagiku.

Perkemahan yang diselenggarakan setiap peringatan hari Pramuka saja hanya tiga hari dua malam, nah yang ini malah lima hari empat malam. Ibuku agak khawatir dengan perkemahan yang akan kujalani ini. Tapi aku yakin aku bisa bertahan dan mengikuti kegiatan perkemahan dengan baik.

Berkemah merupakan salah satu kegiatan Pramuka yang paling paling paling aku sukai. Biasanya, kegiatan berkemah tidak hanya tidur dan makan di tenda, tetapi juga ada halang rintang, tebak sandi morse, ‘smaphore’, membuat ‘drakbar’, dan lain-lain. Semua yang ada di kegiatan perkemahan Pramuka aku suka.

“Ndras, kita sekelompok sama siapa nih?”

“Gak tahu, Nis.”

“Tapi kita tetep satu grup kan?”

Tiba-tiba Emi, teman sekelas juga, datang menghampiri aku dan Indras.

“Hai, kalian udah punya grup belum?”

“Udah, tapi anggotanya baru aku sama Indras doang,” jawabku.

“Hmm… aku juga udah sih, tapi kurang empat orang lagi nih.”

Aku melirik Indras, “Gimana tuh Ndras? Kita mending gabung gak?”

“Boleh juga, Nis, daripada kita cuma berdua,” jawab Indras.

“Emang anggota kamu siapa aja, Em?” tanyaku pada Emi.

“Udah ada Riris, Tyas, Ayu, Intan, Erika, Linda, Meti, dan aku.”

Sejenak aku dan Indras berpikir, apakah sebaiknya kami bergabung dengan kelompok Emi atau kami mencari anggota kelompok sendiri saja.

“Jadi piben, Nis?” tanya Indras.

“Gak tahu, menurut kamu gimana?” tanyaku bisik-bisik.

Yo wes lah, gabung bae,” usul Indras.

Aku lihat Emi lagi, sekilas wajahnya berharap aku dan Indras bisa bergabung dengan kelompoknya.

“Kalian mau gak gabung dengan kelompok aku?” tanya Emi pada kami.

“Hmm… oke deh, aku sama Indras gabung sama kelompok kamu ya.”

“Sip, makasih ya…” Emi tersenyum lega, “eh, tapi kita masih kurang dua orang lagi, kalian tolong bantu ya.”

Aku dan Indras mengangguk-anggukkan kepala bersamaan sebagai tanda oke.

Emi pergi menuju kelompoknya untuk memberi tahu mereka tentang anggota baru yang bergabung dengan kelompok mereka, aku dan Indras.

***

Keesokan harinya, di jam istirahat pertama, aku secara tidak sengaja berkenalan dengan Ratri dan Ida. Ternyata mereka bernasib sama seperti aku dan Indras sebelum gabung dengan kelompok Emi. Langsung saja aku tawari mereka untuk gabung dengan kelompok Emi juga. Hahaha…

***

Hari-H perkemahan di Moga.

Kami berangkat menggunakan beberapa unit truk besar. Aku senang karena ini adalah pertama kalinya aku berkemah selama lima hari di tempat yang jauh pula. Selain itu, ternyata Mas Arif juga ikut ke perkemahan. Aahhh… senangnya!

Jujur saja aku menyukai Mas Arif sejak SMP, tapi aku tak berani mengatakan apapun. Kala itu aku dan Mas Arif berada di kelompok Paskibra yang sama, tim putih. Kami berlatih Paskibra untuk persiapan menjadi tim pengibar bendera pada tangga 17 Agustus.

Tidak hanya kenal di Paskibra, tetapi juga pada saat pembentukan Mading AKSI407 di SMP. Aku dan dia berada di kelompok yang sama. Aku berterima kasih banyak pada Bu Elvi yang membuat kami berada di kelompok yang sama, ya walaupun Bu Elvi sebenarnya tidak tahu apa-apa. Hahaha…

***

Sesampainya di Moga, setiap peserta  perkemahan wajib mendirikan tenda sendiri. Aku tentunya cukup bisa untuk mendirikan tenda. Hehehe… Orang setiap hari minggu di samping rumah aku dirikan tenda dengan menggunakan kain samping, tali tambang, dan pasak. Walaupun aku tidak semahir kakak-kakak Pramuka yang lain, setidaknya aku tahu urutan mendirikan tenda yang benar sehingga tenda tidak akan mudah roboh.

Sementara aku dan beberapa orang mendirikan tenda, teman-teman yang lainnya menyiapkan tempat untuk dapur dan tempat jemuran. Setelah itu, upacara pembukaan perkemahan dilaksanakan di lapangan yang terletak di tengah-tengah perkemahan. Kami berdiri berbanjar menurut kelompok masing-masing. Berhubung aku ditunjuk sebagai wakil ketua kelompok, aku berbaris di paling belakang.

Usai upacara pembukaan, kami kembali ke tenda masing-masing. Aku memperhatika ke sekeliling dan sesekali mencuri pandang ke arah tenda panitia. Kalau mataku tidak salah, tampaknya aku tidak melihat Mas Arif. Yang ada malah Mas Nasar, Mas Yofi, Mas Agung, Mbak Tika, Mbak Mulan, Mbak Linda, dan lain-lainnya.

Eh tapi di sana ada Mas Panji, kakak kelas dua belas yang menjadi salah satu senior di perkemahan ini. Sekilas aku juga menyukainya, tapi tidak lebih dari rasa sukaku terhadap Mas Arif, hehehe…

Hari pertama tidak ada kegiatan yang menyenangkan, biasa saja, semuanya flat.

***

Hari kedua.

Di hari kedua kegiatan perkemahan terasa lebih hidup dan menyenangkan. Yaa… walaupun jam lima pagi aku dan teman-teman harus mengantri di kamar mandi.

“Eh kita numpang mandi di rumah penduduk aja, yuk?” ucap salah seorang temanku.

“Emang boleh?” tanyaku.

“Ya kita coba dulu aja,” ucapnya lagi.

Tak lama kemudian muncul beberapa orang yang wajahnya tak asing di mataku.

“Kalian udah mandi? Di mana?” tanyaku pada Rima.

“Udah,” jawab Rima, “di rumah penduduk.”

“Kamu coba ke sana aja, dibolehin kok, paling yaa… bayar seribu,” sambung Septi.

Saat itu juga aku meninggalkan urutan barisan dan pergi mencari rumah penduduk yang membuka kamar mandinya untuk kami. Hehehe…

***

Pukul tujuh semua kegiatan dimulai, tentu saja diawali dengan kegiatan upacara. “Hmm…. upacara lagi… upacara lagi… Gak di sekolah gak di sini upacaraaaaa mulu!” batinku.

Kegiatan hari ini tidak begitu jauh dari bumi perkemahan, hanya beberapa jenis lomba yang baisa memeriahkan acara tujuh belas agustusan.

Aku dan beberapa orang mengikuti lomba tarik tambang, sedangkan Emi mengikuti lomba kaligrafi, yang lainnya tersebar di beberapa lomba seperti mengartikan morse, lomba menggambar pemandangan, dan lain-lainnya, aku tidak begitu hafal!

Di lomba tarik tambang, ternyata ada Mas Panji di sana.  Uwoow… wowowow… wowowow… seneng banget!

Indras yang mengetahui aku menyukai Mas Panji diam-diam mengambil sebuah gambar menggunakan kamera yang sudah ia bawa dari rumah. Jepret! Foto berhasil diambil. Aku penasaran dengan hasilnya.

Pas aku lihat hasil potretan Indras, ternyata wajah Mas Panji tidak terlihat sama sekali, yang terlihat hanya bagian belakang tubuhnya saja. Ya… walaupun utuh, tanpa ada penghalang ataupun orang lain, tetap saja foto bagian tubuh belakang tidak membuatku dapat melihat wajahnya. Hmm… By the way, thanks to Indras. J

Setelah kegiatan lomba-lomba selesai, hasilnya diumumkan sore harinya. Yaah… kelompokku tidak memenangkan lomba apapun. Aku juga kalah dalam lomba tarik tambang, perasaan semua tenagaku hilang ketika aku tahu ada Mas Panji di sana. Yang aku rasakan sebenarnya tidak canggung ataupun deg-degan, tetapi mendadak tenagaku hilang dan tidak dapat mengalahkan tim lawan.

***

Hari berikutnya adalah hari yang aku tunggu-tunggu. HALANG RINTANG!!! Yeeeeee…!!!

Akhirnya semua peserta perkemahan  harus mengikuti kegiatan ini. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak mengikutinya, apalagi posisiku sebagai wakil ketua. Selain itu, di antara teman-teman sekelompok, hanya aku yang hafal semapur. Tapi, tetap harus ada dua orang yang jaga tenda dan menyiapkan makanan untuk makan siang nanti, usai kegiatan ini.

Kegiatan pertama dimulai dengan kegiatan pertolongan pertama pada kecelakaan. Aku cukup paham dalam membuat drakbar (alat sederhana yang terdiri atas dua banbu dan tali tambang yang disusun untuk mengangkat orang sakit). Dalam kegiatan ini, berhubung tubuh Ratri paling kecil, dia berperan sebagai orang yang sakit. Tyas membalutkan kain kasa di kepalanya, sedangkan seorang teman yang lainnya membalutkan kain kasa di tangannya. Aku dan sisa orang yang ada di dalam kelompokku  bekerja sama membuat drakbar. Di sini kami adu kecepatan dan ketepatan karena berhubungan dengan kegiatan pertolongan pertama pada kecelakaan. Walaupun kelompokku bukan kelompok pertama yang berhasil menyelesaikan misi ini, setidaknya kelompokku bukan kelompok terakhir yang menyelesaikan misi ini.

Pada tantangan-tantangan berikutnya ada kegiatan baris-berbaris. Horeeee!!! Akhirnya di sini aku temui Mas Arif. Semangatku langsung meningkat. Aku yakin aku dan teman-teman dapat melakukan kegiatan baris-berbaris. Setidaknya aku pernah menjadi tim pengibar bendera waktu SMP. Hehehe…

Setelah itu, seperti dugaanku, pasti ada semapur, morse, praktik membuat anyaman atau sering disebut simpul. Ada simpul mati, simpul hidup, tapi tak ada simpul pingsan. Hehehee…

Di akhir kegiatan, puncak kegiatannya adalah halang rintang. Terlihat beberapa kelompok sudah mengantri di depan kami. Awalnya aku deg-degan, kukira ada tantangan apa lagi, eh tahunya halang rintang.

Kami diminta melepaskan sepatu, kaos kaki, topi, dan barang bawaan lainnya. Topi dan sepatu dibawa oleh Mas Ozil. Mas Ozil bertugas menyeberangkan sepatu dan topi agar tidak basah pada saat menyeberang sungai.

“Hmm… kenapa tantangannya cuma segini?” batinku.

Tapi, ketika Mas Ozil sampai di tengah-tengah sungai, ia terpeleset dan semua sepatu serta topi menjadi basah semua.

“Yaaahhh… sama saja basah kalau begitu!” gerutuku.

“Iya, basah-basah juga deh!” ucap Tyas.

“Gak sengaja kali, Nis,” ucap Indras.

“Iya, gak sengaja kali ya?” aku mencoba berpikiran positif. “Tapi, masa iya sih gak sengaja jatuh. Ini kan arena halang rintang!” aku mencoba menganalisa.

Setelah sampai di pinggir sungai, ada seseorang yang bisik-bisik bilang, “Tadi tuh jatuh disengaja tahu, bukannya gak sengaja.”

Aku lihat lagi ke belakang, ke Mas Ozil dan beberapa kakak-kakak senior yang bertugas di sana. Ternyata mereka tertawa riang, merasa berhasil mengelabui adik-adiknya.

“Hmm… begitu ya?” pikirku.

Aku lihat di sana juga ada Mbak Arlinda dan Mas Oji, sepasang putri dan pangeran yang sangat beruntung. Aku iri pada mereka berdua. Dulu, ketika masih masa-masa MOS, aku sempat suka Mas Oji, tapi pas tahu dia sudah jadian dengan Mbak Arlinda, aku mundur deh. Aku sadar diri, aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dia. Tapi tenang, masih ada Mas Arif, hehehhe….

Sesampainya di tenda, pakuaian, sepatu, dan topi Pramuka basah semua, basah kuyup! Untung aku selalu membawa dua stel pakaian Pramuka setiap kali berkemah.

***

Tak terasa lima hari kami berkemah di Moga. Hari ini hari terakhir, kami harus bersiap-siap pulang. Di hari terakhir ini tidak ada kegiata khusus seperti di hari kedua, ketiga, dan keempat. Hari ini kami hanya diminta merapikan tenda dan barang-barang yang kami bawa. Setelah itu, semua tenda, barang bawaan, dan tas-tas yang berisi pakaian ganti dibawa ke truk untuk ditata.

Hari itu aku melihat Mas Panji, tapi ia sama sekali tidak melihatku. Huh!

Pada kesempatan yang sama, aku juga melihat Mbak Arlinda dan Mas Oji, Mas Ozil juga ada di sana. Hmm… ke mana Mas Arif ya?

Sebelum naik truk, aku berdoa semoga nanti aku bisa bertemu dengan Mas Arif lagi, di sekolah.

 

 

Tuhan, kalaupun aku tak mengatakannya lewat bibir ini, kumohon sampaikan perasaanku padanya dan berikan kami kesempatan untuk bertatap muka lagi. Aamiin…

TES UKBIPA-MEMBACA


Akhirnya rilis juga alat tes UKBIPA (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Tes ini hanya untuk pelajar asing Bahasa Indonesia. Saya berharap alat ini dapat membantu pembelajar asing untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan dalam bahasa Indonesia. Untuk komentar silahkan tulis di blog ini.
Terima kasih atas perhatian Anda.

Finally I release an instrument for Indonesian language test (UKBIPA). This test is just for Indonesian foreign learners. I hope this instrument will help Indonesian foreign learners to increase their reading comprehension skill in Bahasa Indonesia. For comments please write in this blog.
Thank you for your attention.

KLIK DI SINI UNTUK MEMULAI TES
CLICK HERE TO START THE TEST

*sebelum tes dimulai, Anda harus menunggu beberapa detik (before the test begins, you have to wait a few seconds).

Sebagai gambaran, lihatlah gambar-gambar di bawah ini! Continue reading

Bagaimana Kalau


(oleh: Taufiq Ismail)

Bagaimana kalau dulu bukan khuldi yang dimakan Adam,
tapi buah alpukat,
Bagaimana kalau bumi bukan bulat tapi segi empat,
Bagaimana kalau lagu Indonesia Raya kita rubah,
dan kepada Koes Plus kita beri mandat,
Bagaimana kalau ibukota Amerika Hanoi,
dan ibukota Indonesia Monaco,
Bagaimana kalau malam nanti jam sebelas, Continue reading

Kami Rindu Wayang Golek


Wayang golek merupakan salah satu hasil kebudayaan manusia Indonesia, khususnya masyarakat di Pulau Jawa. Pada awalnya, wayang golek digunakan sebagai media untuk menyiarkan ajaran agama, karena kala itu masyarakat sangat suka dengan dongeng dan cerita-cerita. Segala penyampaian yang ditujukan kepada masyrakat disampaikan melalui wayang karena bersifat tidak menggurui atau menyuruh atau melarang secara langsung, tetapi secara halus, melalui cerita yang dikemas dengan menarik oleh dalang.

Saat ini, pergelaran wayang golek sudah jarang ditemui, walaupun itu di tanah Jawa. Wayang golek sudah tidak setenar pada masa itu. Kalaupun ada yang menonton, yang datang pasti kalangan tua saja, sedangkan anak mudanya bergumul di Organ Tunggal Dangdut kontemporer dengan penyanyi-penyanyi dangdutnya yang seksi-seksi. Sungguh miris! Continue reading

Aku Takut Jatuh Cinta



Di jalanan yang ramai itu aku tetap menundukkan kepala, takut bertatapan mata dengan lawan jenis yang nantinya merasuk dalam pikiranku. Pernah satu kali aku hampir menabrak ibu-ibu di sebuah belokan gara-gara menghindari kontak mata dengan setiap laki-laki yang lewat. Aku pun terkejut dan dengan segera aku meminta maaf kepada ibu tersebut.

“Duh, niatnya menghindari kontak mata dengan lawan jenis, tapi malah jadi nabrak ibu-ibu. Malu deh…” kembali kutundukkan wajahku.

Gara-gara sering menundukkan kepala saat jalan, aku bahkan sering dibilang sombong oleh teman-temanku karena tidak menyapa mereka.

“Ya Allah… kok serba salah ya? Apa caranya yang masih belum tepat?”

Aku takut jatuh cinta. Ya, aku takut jatuh cinta. Aku takut salah memilih cinta sehingga Continue reading

Transkripsi, Transliterasi, dan Terjemahan Karya Sastra Kuno Indonesia


Tugas Matakuliah Sastra Nusantara
oleh Robita Ika A.

Karya sastra nusantara merupakan suatu kekayaan tersendiri bagi bangsa kita, Indonesia. Karya sastra nusantara yang notabenenya kuno ini secara eksistensi sudah tidak se-eksis dulu. Di Indonesia, kebudayaan bersastra dimulai dengan munculnya sastra melayu rendah. Salah satu sastra yang akan dianalisis kali ini adalah mantra. Mantra ini nantinya akan ditranskripsi, transliterasi, dan terjemahan. Transkripsi diperlukan untuk mengubah tuturan atau bunyi menjadi tulisan. Setelah tulisan yang biasanya menggunakan huruf Arab atau Palawa yang diubah menjadi huruf latin itu disebut transliterasi. Biasanya tulisan yang digunakan pada sastra kuno menggunakan bahasa daerah. Bahasa daerah itu diubah kedalam bahasa Indonesia, sehingga dimengerti disebut terjemahan.

Secara fisik, mantra-mantra yang biasanya berwujud lontar atau kitab ini sudah sangat langka. Di samping itu, sudah sangat sedikit orang yang dapat memahami artinya. Sementara orang awan cukup percaya Continue reading

Pemakaian Ragam Bahasa Tulis dalam SMS


Tugas Matakuliah Problematik Bahasa Indonesia
oleh: Robita Ika Annisa

Pesatnya perkembangan zaman membawa manusia pada meningkatnya fasilitas dalam menjalani kehidupan. SMS atau Short Message Service merupakan suatu media pengantar pesan. Kini, orang tidak perlu lagi repot mengirimkan surat ke kantor pos, tidak perlu perangko, dan alamat lengkap. Cukup ketahui nomor yang dituju. Praktis merupakan salah satu kelebihan dari mengirim pesan via SMS, tetapi kelemahannya berupa terbatasnya karakter yang disediakan untuk sebuah SMS. Karakter yang disediakan untuk sebuah SMS biasanya antara 140-160 karakter. Hal ini tentu saja membuat penggunanya harus cermat dan cerdas dalam menggunakan karakter (huruf) SMS yang sangat terbatas itu. Bandingkan dengan menulis surat di kertas, tidak ada batasan karakter untuk satu suratnya, cukup sediakan kertas untuk menulis surat sebanyak yang diperlukan.

Terbatasnya karakter dalam sebuah SMS berhubungan dengan pemendekan kata yang sering dilakukan pengguna SMS. Sudah jelas maksud dari pemendekatn kata dalam SMS ini, yaitu agar si pengirim pesan dapat lebih banyak menyampaikan pesannya tanpa harus membayar tarif dua SMS. Berkenaan dengan pemendekan kata, sebenarnya dalam KBBI, Continue reading

Sejarah dan Perkembangan BIPA


Tugas Matakuliah Strategi Belajar Mengajar BIPA
oleh Robita

Cover Buku BIPAIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terpadat di dunia. Hal ini pulalah yang menjadikan Indonesia menjadi negara yang penting bagi negara-negara di dunia, baik dari segi ekonomi, perdagangan, politik, pendidikan, maupun budayanya. Seiring dengan pentingnya keberadaan Indonesia di mata dunia, bahasa Indonesia pun terkena imbas, yakni semakin banyak dipelajari oleh para penutur asing. Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa di dunia yang berkembang pesat pesat pada abad 20-an. Pengajaran Bahasa Indonesia terus mengalami peningkatan, baik di luar maupun dalam negeri. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Republik Indonesia, sejak tahun 2000 telah menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing. Sementara perintisan BIPA itu sendiri ada sejak 1990-an. Kemudian, pada tahun 1999-an dibentuk tim khusus untuk menangani BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Penyelenggaraan kegiatan pengajaran BIPA dilandasi oleh pertimbangan bahwa di dalam era global, posisi bahasa Indonesia dalam hubungan dengan dunia internasional semakin penting dan potensial. Dengan demikian, besar harapan Bahasa Indonesia untuk menjadi jembatan dalam berbagai hubungan kenegaraan, karena bagaimanapun juga bahasa merupakan alat yang penting, terutama sebagai alat berkomunikasi. Continue reading

Hakikat Bahasa, Pengertian Sosiolinguistik, dan Pandangan Sosiolinguistik terhadap Bahasa


Tugas ke-1 Soiolinguistik
oleh: Robita

Pertanyaan:
1) Apakah yang Anda ketahui menganai hakikat bahasa?
2) Sebutkan beberapa pengertian sosiolinguistik!
3) Bagaimanakah pandangan sosiolinguistik terhadap bahasa?

Jawaban:
1) Hakikat Bahasa

Hakikat bahasa menurut Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik edisi ketiga adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Sementara menurut H. Douglas Brown dalam bukunya Henry Guntur Tarigan “Pengajaran Pragmatik” menyebutkan hakikat bahasa sebagai suatu sistem yang sistematis, barangkali juga untuk sistem generatif; seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer. Abdul Chaer dan Leonie Agustina menyebutkan hakikat bahasa dalam buku “Pragmatik: Perkenalan Awal” yaitu sebuah sistem, artinya, bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.
Sapir (1921) dalam A. Chaedar Alwasilah (1990) bahwa bahasa adalah “A purely human and non-instinctive method of communicating ideas, emotions, and desires, by means of a system of voluntarily produced symbols.” Continue reading

Sinopsis Novel “Sang Pemimpi” Karya Andrea Hirata


(oleh Robita)

sang-pemimpinNovel ini adalah novel kedua dari tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata. Sang Pemimpi adalah sebuah kisah kehidupan yang mempesona yang akan membuat pembacanya percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, selin itu juga memperkuat kepercayaan kepada Tuhan. Andrea berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran di mana pembaca akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru. Selayaknya kenakalan remaja biasa, tetapi kemudian tanpa disadari kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai, potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan pembaca pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi.

Tiga orang pemimpi. Setelah tamat SMP, melanjutkan ke SMA Bukan Main, di sinilah perjuangan dan mimpi ketiga pemberani ini dimulai. Ikal salah satu dari anggota Laskar Pelangi dan Arai yang merupakan saudara sepupu Ikal yang sudah yatim piatu sejak SD dan tinggal di rumah Ikal, sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Ayah dan Ibu Ikal, dan Jimbron, anak angkat seorang pendeta karena Continue reading

Pengelolaan Pendidikan (tentang Kompetensi Guru)


(tugas matakuliah Pengelolaan Pendidikan)

(oleh Robita)

  1. Kompetensi guru ada empat yaitu:
  • Kompetensi pedagodik

Kompetensi pedagodik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Dalam kompetensi ini, guru harus menguasai karakteristik peserta didik, menguasai teori belajar & prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, mampu mengembangkan kurikulum (silabus & RPP), mempunyai kegiatan pembelajaran yang mendidik, mempunyai program pengembangan potensi peserta didik, harus mempunyai komunikasi dengan peserta didik, serta mampu menilai dan mengevaluasi.

  • Kompetensi kepribadian

Yang dimaksud kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang berakhlak mulia, arif, berwibawa, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya. Karakteristik guru dalam kompetensi kepribadian ini yaitu sebagai berikut: Continue reading

Semantik Bahasa Indonesia


(SEBUAH RANGKUMAN & CATATAN PERKULIAHAN)

A. Pengenalan Semantik
Menurut Katz (1971:3) semantik adalah studi tentang makna bahasa. Sementara itu semantik menurut Kridalaksana dalam Kamus Linguistik adalah bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara. Secara singkat, semantik ini mengkaji tata makna secara formal (bentuk) yang tidak dikaitkan dengan konteks. Akan tetapi, ternyata ilmu yang mempelajari atau mengkaji makna ini tidak hanya semantik, ada juga pragmatik. Untuk membedakannya, berikut ini ada beberapa poin yang mudah untuk diingat dan dapat dengan jelas membedakan semantik dengan pragmatik.

Perbedaan kajian makna dalam semantik dengan pragmatik:
1. Pragmatik mengkaji makna di luar jangkauan semantik.
Contoh:
Di sebuah ruang kelas, Dewi duduk di deretan kursi belakang. Lalu, ia berkata kepada gurunya, “Pak, maaf saya mau ke belakang.Continue reading

SEJARAH SASTRA INDONESIA


(sebuah rangkuman perkuliahan)

Pengertian sejarah menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yg benar-benar terjadi di masa lampau. Atau menurut catatan perkuliahan yang saya ikuti, pengertian sejarah yaitu cabang ilmu sastra yang berusaha menyelidiki perkembangan sastra sejak awal pertumbuhannya sampai pada perkembangan sastra saat ini.
Cabang-cabang yang ada dalam ilmu sastra yaitu teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra. Teori sastra merupakan bagian yang membahas hakikat dan pengertian sastra, sedangkan kritik sastra adalah ilmu sastra yang menyelidiki karya sastra secara langsung. Adakah di antara kalian yang tahu hubungan timbal balik antara cabang-cabang sastra tersebut? Berikut ini saya gambarkan relasi ketiganya.

Hubungan timbal-balik antara teori sastra dengan sejarah sastra: Continue reading

Jurdiksatrasia-A 2009 slide foto


Jurdiksatrasia adalah sebuah keluarga besar Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).

LINK to Jurdiksatrasia-A 2009 member:
ISNA ISTIANA
RAFINA WIDOWATI
RIANTI FEBRIANI SETIA
SERLI NOPIARTI
WINDA VICTORIA P.
VINA F. APRIAGUSTINA
SETYA RIDHA W.
SITI AMILA RAFIANI SILMI (blogspot)
SITI AMILA RAFIANI SILMI (wordpress)
SITI NATASYA ISABELA
REBECCA ANRINI SIANTURI
HESTU NODYA K.
ARIN RUKNIYATI ANAS
MEILIDA HANUM LUBIS
NUR YULI MUTIARA
INTAN NIRMALA
ANANDIA ANISA IRAWAN
SHINTIA RIZKI N.
PAHALA MUNGGARAN
MALA UTAMI
DIKI SUMARNA

KETIKA BURUNG MERPATI SORE MELAYANG


(Taufik Ismail)

Langit akhlak telah roboh di atas negeri
Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri
Karena hukum tak tegak, semua jadi begini
Negeriku sesak adegan tipu-menipu
Bergerak ke kiri, dengan maling kebentur aku
Bergerak ke kanan, dengan perampok ketabrak aku
Bergerak ke belakang, dengan pencopet kesandung aku
Bergerak ke depan, dengan penipu ketanggor aku
Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas aku Continue reading

Menyesal


Arlin, remaja putri kelahiran Tegal, 10 Oktober 1991 ini adalah anak yang periang, semangat tinggi, dan cantik. Kulitnya putih dan lembut, senyumnya manis, dan rambutnya lurus. Satu hal kebiasaannya adalah ketika berjalan dia selalu tampak girang, walaupun ketika itu tidak ada hal yang menggirangkan. Tapi, hari ini Arlin terlihat sedih dan murung.

Ternyata benar, setelah kutanya padanya, dia mengaku sedang menyesali masa-masa SMP dan SMA-nya. Waktu SMP dia pernah suka sama cowo yang namanya Panji. Panji adalah cowo idaman bagi anak-anak putri waktu itu. Panji memiliki wajah yang manis, kulitnya putih bersih, baik, perhatian, cool, berwibawa, tinggi badannya sedang, badannya berisi tapi tidak termasuk kategori gendut, dan menarik. Itu merupakan daya tarik tersendiri bagi kaum hawa di sekitarnya, termasuk Arlin. Hingga suatu ketika, secara tiba-tiba Panji menyapa Arlin.

“Arlin…!” sapa Panji.

Arlin berlalu begitu saja tanpa ekspresi dan rasa. Tapi, perlahan Arlin menengokkan wajahnya ke arah Panji.

“Dag…dig…dug…” jantung Panji berdegup ketika Arlin menengokkan wajahnya, dan Continue reading