TES UKBIPA-MEMBACA


Akhirnya rilis juga alat tes UKBIPA (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Tes ini hanya untuk pelajar asing Bahasa Indonesia. Saya berharap alat ini dapat membantu pembelajar asing untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan dalam bahasa Indonesia. Untuk komentar silahkan tulis di blog ini.
Terima kasih atas perhatian Anda.

Finally I release an instrument for Indonesian language test (UKBIPA). This test is just for Indonesian foreign learners. I hope this instrument will help Indonesian foreign learners to increase their reading comprehension skill in Bahasa Indonesia. For comments please write in this blog.
Thank you for your attention.

KLIK DI SINI UNTUK MEMULAI TES
CLICK HERE TO START THE TEST

*sebelum tes dimulai, Anda harus menunggu beberapa detik (before the test begins, you have to wait a few seconds).

Sebagai gambaran, lihatlah gambar-gambar di bawah ini! Continue reading

Transkripsi, Transliterasi, dan Terjemahan Karya Sastra Kuno Indonesia


Tugas Matakuliah Sastra Nusantara
oleh Robita Ika A.

Karya sastra nusantara merupakan suatu kekayaan tersendiri bagi bangsa kita, Indonesia. Karya sastra nusantara yang notabenenya kuno ini secara eksistensi sudah tidak se-eksis dulu. Di Indonesia, kebudayaan bersastra dimulai dengan munculnya sastra melayu rendah. Salah satu sastra yang akan dianalisis kali ini adalah mantra. Mantra ini nantinya akan ditranskripsi, transliterasi, dan terjemahan. Transkripsi diperlukan untuk mengubah tuturan atau bunyi menjadi tulisan. Setelah tulisan yang biasanya menggunakan huruf Arab atau Palawa yang diubah menjadi huruf latin itu disebut transliterasi. Biasanya tulisan yang digunakan pada sastra kuno menggunakan bahasa daerah. Bahasa daerah itu diubah kedalam bahasa Indonesia, sehingga dimengerti disebut terjemahan.

Secara fisik, mantra-mantra yang biasanya berwujud lontar atau kitab ini sudah sangat langka. Di samping itu, sudah sangat sedikit orang yang dapat memahami artinya. Sementara orang awan cukup percaya Continue reading

Pemakaian Ragam Bahasa Tulis dalam SMS


Tugas Matakuliah Problematik Bahasa Indonesia
oleh: Robita Ika Annisa

Pesatnya perkembangan zaman membawa manusia pada meningkatnya fasilitas dalam menjalani kehidupan. SMS atau Short Message Service merupakan suatu media pengantar pesan. Kini, orang tidak perlu lagi repot mengirimkan surat ke kantor pos, tidak perlu perangko, dan alamat lengkap. Cukup ketahui nomor yang dituju. Praktis merupakan salah satu kelebihan dari mengirim pesan via SMS, tetapi kelemahannya berupa terbatasnya karakter yang disediakan untuk sebuah SMS. Karakter yang disediakan untuk sebuah SMS biasanya antara 140-160 karakter. Hal ini tentu saja membuat penggunanya harus cermat dan cerdas dalam menggunakan karakter (huruf) SMS yang sangat terbatas itu. Bandingkan dengan menulis surat di kertas, tidak ada batasan karakter untuk satu suratnya, cukup sediakan kertas untuk menulis surat sebanyak yang diperlukan.

Terbatasnya karakter dalam sebuah SMS berhubungan dengan pemendekan kata yang sering dilakukan pengguna SMS. Sudah jelas maksud dari pemendekatn kata dalam SMS ini, yaitu agar si pengirim pesan dapat lebih banyak menyampaikan pesannya tanpa harus membayar tarif dua SMS. Berkenaan dengan pemendekan kata, sebenarnya dalam KBBI, Continue reading

Hakikat Bahasa, Pengertian Sosiolinguistik, dan Pandangan Sosiolinguistik terhadap Bahasa


Tugas ke-1 Soiolinguistik
oleh: Robita

Pertanyaan:
1) Apakah yang Anda ketahui menganai hakikat bahasa?
2) Sebutkan beberapa pengertian sosiolinguistik!
3) Bagaimanakah pandangan sosiolinguistik terhadap bahasa?

Jawaban:
1) Hakikat Bahasa

Hakikat bahasa menurut Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik edisi ketiga adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Sementara menurut H. Douglas Brown dalam bukunya Henry Guntur Tarigan “Pengajaran Pragmatik” menyebutkan hakikat bahasa sebagai suatu sistem yang sistematis, barangkali juga untuk sistem generatif; seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer. Abdul Chaer dan Leonie Agustina menyebutkan hakikat bahasa dalam buku “Pragmatik: Perkenalan Awal” yaitu sebuah sistem, artinya, bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.
Sapir (1921) dalam A. Chaedar Alwasilah (1990) bahwa bahasa adalah “A purely human and non-instinctive method of communicating ideas, emotions, and desires, by means of a system of voluntarily produced symbols.” Continue reading

Ungkapan Tabu


Catatan semantik (24 mei 2011)

Secara khusus, ungkapan tabu adalah Ungkapan yang tidak boleh diungkapkan dalam suasana tertentu dalam hubungannya dengan kepercayaan. Ungkapan tabu ada karena adanya larangan untuk mengucapkan kata-kata tertentu. Ungkapan tabu disiasati supaya tidak secara vulgar diucapkan.

Ungkapan tabu menurut Ullman dibagi 3:
• Tabu karena sesuatu yang menakutkan
• Tabu karena sesuatu yang tidak mengenakkan
• Tabu karena sesuatu yang tidak pantas

Menurut Mahmud Fasya, ungkapan tabu dibagi jadi 2:
• Dimensi horizontal (habluminannas) yaitu sesuatu yang tidak mengenakkan & tidak pantas
• Dimensi vertikal (hubungannya dengan Tuhan atau yang berbau gaib) yaitu sesuatu yang menakutkan

Tabu karena sesuatu yang menakutkan
- Warisan dari animisme dan dinamisme
- Contoh: pada masyarakat Jawa merasa tabu menyebut kata ‘tikus’, sehingga harus disanjung dengan panggilan ‘den bagus’.
- Contoh: pada masyarakat Sunda (Ciamis), kelelawar tidak boleh disebut ‘lalay’, tetapi ‘buah labu’.

Ungkapan tabu yg relasi manusia dg manusia masih berlaku hingga sekarang, kaitannya dg sopan santun. Ungkapan tabu ini berhubungan juga dg nilai rasa sosial.
Nilai rasa sosial selalu berkembang tiap zamannya.
Contoh:
- kata ‘cacat’ dirasa tidak enak, sehingga diubah menjadi ‘tuna’.
- Kata ‘jamban’ bernilai lebih rendah daripada ‘toilet’.
- Kata ‘kutang’ nilai rasanya tidak lebih enak daripada ‘bra’.

Kita lebih sering menggunakan kosakata asing daripada kosakata asli, karena kosakata asli nilai rasanya jorok.

Strategi menghindari ungkapan tabu dlm Bhs Indonesia
- Gunakan eufimisme (nilai rasanya lebih halus)
- Mengganti bunyi, contoh menyebutkan kata ‘anjing’ dengan kata ‘anjrit’ (bagi orang Sunda), ‘asu’ dengan ‘asem’ (bagi orang Jawa).
- Abreviasi (pemendekan), contoh ‘miss V’ utk ‘vagina’, ‘sekwilda’ = ‘sekitar wilayah dada’, ‘perek’ = ‘perempuan rekrutan’.
- Metafora atau kiasan, contoh utk ‘celana dalam’ = ‘segitiga pengaman’, ‘burung’ utk menyebutkan kemaluan laki-laki.
- Menggunakan kata lain (sinonim)
- Diganti dengan bahasa asing, contoh ‘pantat’ diganti ‘dubur’, ‘kotoran’ diganti ‘feses, tinja’.
- Menciptakan kata dengan ‘tuna’, contoh tunasusila.
- Mengikuti perkembangan zaman, contoh kata ‘kuli’ diganti jadi ‘pekerja, karyawan’.
- Ungkapan yang memberi kesan lebih baik atau menciptakan ungkapan yang baru, contoh ‘mantan anggota GAM itu kembali ke ibu pertiwi’ padahal yang dimaksud adalah ‘menyerah’.

Asosiasi makna biasanya berhubungan dengan fitur semantik.

sumber: Sitaresmi, Nunung, Fasya, Mahmud. 2011. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Bandung: UPI Press

Semantik Bahasa Indonesia


(SEBUAH RANGKUMAN & CATATAN PERKULIAHAN)

A. Pengenalan Semantik
Menurut Katz (1971:3) semantik adalah studi tentang makna bahasa. Sementara itu semantik menurut Kridalaksana dalam Kamus Linguistik adalah bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara. Secara singkat, semantik ini mengkaji tata makna secara formal (bentuk) yang tidak dikaitkan dengan konteks. Akan tetapi, ternyata ilmu yang mempelajari atau mengkaji makna ini tidak hanya semantik, ada juga pragmatik. Untuk membedakannya, berikut ini ada beberapa poin yang mudah untuk diingat dan dapat dengan jelas membedakan semantik dengan pragmatik.

Perbedaan kajian makna dalam semantik dengan pragmatik:
1. Pragmatik mengkaji makna di luar jangkauan semantik.
Contoh:
Di sebuah ruang kelas, Dewi duduk di deretan kursi belakang. Lalu, ia berkata kepada gurunya, “Pak, maaf saya mau ke belakang.Continue reading

SEJARAH SASTRA INDONESIA


(sebuah rangkuman perkuliahan)

Pengertian sejarah menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yg benar-benar terjadi di masa lampau. Atau menurut catatan perkuliahan yang saya ikuti, pengertian sejarah yaitu cabang ilmu sastra yang berusaha menyelidiki perkembangan sastra sejak awal pertumbuhannya sampai pada perkembangan sastra saat ini.
Cabang-cabang yang ada dalam ilmu sastra yaitu teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra. Teori sastra merupakan bagian yang membahas hakikat dan pengertian sastra, sedangkan kritik sastra adalah ilmu sastra yang menyelidiki karya sastra secara langsung. Adakah di antara kalian yang tahu hubungan timbal balik antara cabang-cabang sastra tersebut? Berikut ini saya gambarkan relasi ketiganya.

Hubungan timbal-balik antara teori sastra dengan sejarah sastra: Continue reading