Posted in artikel, Opini

Perempuan, Usia, Adat, dan 24 Tahun


Saya adalah seorang perempuan, anak pertama dari tiga bersaudara. Umur saya saat ini 24 tahun. Saya senang memasang target-target yang ingin saya capai, karena dengan seperti itu hidup saya tidak statis, tidak membosankan, dan selalu ada alasan untuk terus melangkah.

image
Catch your dreams, @riannisa162

Saya baru saja melangkahkan kaki saya di negeri kangguru pada tahun 2015. Seperti sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat perizinan orang tua yang cukup sulit dan hal lainnya yang berkenaan dengan budaya dan status saya sebagai anak perempuan. Orang tua saya masih memegang erat budaya yang konon katanya anak perempuan itu tidak boleh pergi jauh-jauh. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan kehendak saya yang sangat ingin bepergian ke luar negeri untuk mengeksplor isi dunia. Saya yakin, dengan cara tersebut saya dapat mempelajari banyak hal yang tidak pernah saya temukan sebelumnya di buku atau di guru-guru saya.

Dunia ini terlalu luas untuk dibiarkan begitu saja. Sangat disayangkan kalau kita tidak pernah menjejakkan kaki di belahan dunia lainnya selain negeri Ibunda. Sayang disayangkan kalau kita sudah puas dengan apa yang ada di tanah kelahiran. Ada banyak rahasia yang perlu kita telusuri. Ada banyak misteri yang perlu kita ketahui. Tapi bukan berarti saya tidak bersyukur dengan apa yang ada di tanah Ibunda. Saya hanya ingin membuka cakrawala dan alam buana saya. Saya ingin mengetahui banyak hal di berbagai penjuru dunia.

Tapi, kembali ke usia dan budaya, di usia saya saat ini dan status saya sebagai anak perempuan, orang tua sangat menginginkan saya untuk segera menikah. Sementara saya masih ingin mengeskplor isi dunia.

Menikah bukanlah perkara mudah, bukan juga perkara sulit. Mudah dan sulitnya menikah itu tergantung situasi di mana posisi kita saat itu.

Kembali ke perkara usia dan budaya. Selalu ada dua sisi dalam hal apapun di dunia ini, termasuk perihal usia dan budaya yang saya hadapi saat ini. Dua sisi tersebut terdiri atas sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif yang berkenaan dengan usia 24 yaitu adanya sebuah penelitian yang menyatakan bahwa menikah di rentang usia 20-26 untuk perempuan adalah masa-masa yang baik karena pada usia tersebut perempuan berada pada masa suburnya. Selain itu, pada usia tersebut perempuan juga berada pada puncak kecantikan alaminya (yang satu ini hanya pendapat saya berdasarkan pengamatan pribadi saya terhadap orang-orang di sekitar saya). Akan tetapi di sisi lain, yang mana bisa membawa dampak negatif maupun dampak positif dari usia 24 tahun adalah puncaknya semangat dan ambisi untuk meraih apapun yang ia inginkan. Keegoan akan meninggi seolah ia yakin semua akan berjalan baik dan sesuai rencana, bahkan ia merasa bahwa ia tak perlu lagi nasihat orang tua karena keyakinan dan keegoannya memantapkan hatinya untuk terus melihat ke depan, tanpa melihat ke arah yang lainnya. Sisi positifnya, pada usia tersebut semangat dan idealisme serta rasa optimisme akan sangat menggelora, sangat baik kalau dimanfaatkan untuk membangun karier dan masa depan.

Dari sudut pandang budaya, wanita yang berusia 24 dan belum kunjung menikah dikhawatirkan akan menjadi perawan tua, tanpa mempertimbangkan potensi karier dan masa depan dari sudut pandang akademik. Selain itu, adat budaya juga memberlakukan bahwa wanita muda lebih disenangi kaum adam ketimbang wanita yang sudah mapan. Adanya ketidaknyamanan dari kaum adam ketika secara akademik atau materi wanita melebihi lelakinya membuat wanita harus merunduk.

Terlihat seperti zaman Kartini?

Hm… tergantung dari mana Anda menyikapi hal ini, tergantung sudut pandang siapa yang Anda gunakan untuk menyikapi hal ini. Semuanya tergantung, karena hampir semua hal itu seperti koin, memiliki dua sisi yang berbeda.

Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?

Silakan tulis komentar Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Posted in artikel, umum

Ide Menarik di Balik Truck Shows di Alexandra


Truck Shows

Minggu, 7 Juni 2015, ada sesuatu yang menarik di Alexandra, tempat aku tinggal sekarang. Biasanya situasi di tempat ini tidak begitu ramai, tidak ada kemacetan, dan tidak ada banyak orang di luar rumah, terlebih lagi karena sekarang musim dingin. Akan tetapi, kemarin orang-orang pada keluar rumah, mereka membawa anggota keluarganya, membawa binatang kesayangannya, dan ada pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk bersenang-senang dengan teman-teman dekat.

A             : “Ada apa sih di Alexandra?”
B             : “Ada truck shows.”
A             : “Truck shows? Terus apa menariknya?”
B             : “Ini sangat menarik, terutama bagi saya. Oke, kalau begitu saya jelaskan ya.”

Truck Shows merupakan salah satu upaya yang dibuat oleh warga Alexandra untuk menarik perhatian orang-orang di daerah lain sehingga mereka dapat mengunjungi Alexandra. Dengan kata lain, Truck Shows dijadikan alasan untuk menarik wisatawan datang ke daerah ini. Dengan datangnya para wisatawan itu, penduduk lokal di sini dapat memperoleh penghasilan melalui kegiatan berdagang. Sebagian penduduk lokal membuka stand-stand makanan, sedangkan sebagian yang lainnya hanya menikmati keramaian yang muncul khusus setahun sekali ini.

Truck Shows hanya diselenggarakan pada akhir minggu yang panjang, contohnya seperti tahun ini, karena hari senin libur (Queen’s birthday) mereka menyelenggarakan Truck Shows pada hari minggu. Gara-gara Truck Shows, hotel-hotel menjadi lebih ramai daripada biasanya, bisa dilihat ada banyak orang di lantai dua hotel-hotel tersebut yang ingin menyaksikan Truck Shows.

Mereka, para wisatawan, dapat melihat pameran truk-truk yang datang dari berbagai wilayah di Victoria. Tahun ini merupakan kali kesembilan belas Truck Shows di Alexandra. Tidak hanya truk, tetapi juga mobil-mobil antik nan unik turut mewarnai pamerah truk ini. Truck Shows tidak hanya memajangkan truk-truk berukuran besar dan mobil-mobil antik nan unik, tetapi ada juga wahana permainan untuk anak-anak dan remaja seperti rumah hantu, komidi putar, bombom car, perosotan mickey mouse, jumpie jump, becak air mini, penjual mainan anak-anak, dan hal-hal sejenis lainnya yang biasa dijumpai di pesta rakyat di Indonesia. Selain itu, ada juga live music yang menghibur pengunjung pameran ini.

live music at Truck Shows
live music at Truck Shows

Continue reading “Ide Menarik di Balik Truck Shows di Alexandra”

Posted in artikel, K-Pop, SNSD, Super Junior, umum, Video

6 Efek Samping menjadi Pecinta K-pop/K-drama


Saya tertawa terkekeh-kekeh sendiri setelah menonton dua video di bawah ini.

 

Saya akui, menjadi penggemar K-pop memang membawa dampak yang berbeda bagi setiap orang. Akan tetapi, kamu akan menemui beberapa kesamaan karakter  dari setiap pecinta K-pop atau K-drama.

Sebelum masuk inti pembahasan, sebaiknya kamu baca dulu notifikasi saya berikut ini!

Tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap diri saya sendiri dan juga terhadap teman-teman dan lingkungan saya yang semula bukan pecinta K-pop dan K-drama menjadi pecinta dua objek tersebut. Jadi, kepada semua pembaca yang saya sayangi, jangan merasa TERPROVOKASI dengan tulisan ini karena tulisan ini saya unggah dengan tujuan hiburan semata.

Berikut ini beberapa efek samping menjadi penggemar K-pop atau K-drama yang terlihat secara kasat mata. Continue reading “6 Efek Samping menjadi Pecinta K-pop/K-drama”

Posted in artikel, Cerpen, umum

Beautiful Autum in Australia


Musim gugur penuh warnaMusim gugur, aku tidak pernah merasakan musim ini sebelumnya karena Indonesia tidak mencantumkan musim gugur dalam daftar musim tahunannya. Indonesia hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau. Di antara musim hujan dan kemarau pun tidak ada musim gugur di dalamnya, hanya ada pancaroba yang dirasa penuh keluh kesah oleh sebagian orang karena pada musim ini daya tahan tubuh manusia menjadi lebih lemah daripada biasanya, begitu menurut pengalaman sebagian orang.

Saat ini aku tinggal di luar Indonesia. Di salah satu negara bagian yang terletak di benua terdekat dari Indonesia. Aku tidak sedang di Cina karena Cina tidak memiliki negara bagian, tidak pula di Eropa karena Eropa cukup jauh dari Indonesia. Amerika? Apa lagi, jauuuuhhhhh!!!

Aku saat ini berada di Australia. Ya, aku berada di Australia, lebih tepatnya di negara bagian Victoria. Continue reading “Beautiful Autum in Australia”

Posted in Bahasa & Sastra Indonesia, Puisi

[Puisi] Aku Mahasiswa


Puisiku:
Aku mahasiswa
Maha
Siswa

Tapi kemahaanku tak semaha maha yang lain
Kemahaanku hanya seorang siswa
Siswa yang maha
Maha apa?
Ya maha siswa, maha-siswa, mahasiswa.

Siswa, kau tahu maha?
Maha, kenapa kau bersama siswa?

Aku mahasiswa
Aku duduk
Di depanku meja di belakangku sandaran empuk
Di depan mejaku ada meja lagi
Di depan meja di depanku ada meja lagi
Di depan meja depan mejaku ada meja profesor
Ilmunya tinggi
Luhur
Hingga aku tak mengenali apa yang sedang kupelajari
Biar kepala ini seperti tembok tak berbusa

Bandung
Dalam kotak berbata dan berkaca

(Robita, 10 Desember 2014)

Posted in artikel

KABUMI-UPI Kembali Menggelar Perayaan Hari Angklung (Angklung’s Day)


angklung's day

16 November 2014, Kabumi (Keluarga Bumi Siliwangi)-Universitas Pendidikan Indonesia lagi-lagi menggelar perayaan Angklung’s Day. Perayaan kali keempat ini masih diselenggarakan di gedung sate alias di Kantor Gubernur Jawa Barat, masih sama seperti tahun sebelumnya. Andi, ketua pelaksana Angklung’s Day mengatakan bahwa tema yang diusung dalam Angklung’s Day kali ini adalah “Bersama Angklung Beraksi”. Berdasarkan tema tersebut, lagu-lagu yang dimainkan diantaranya yaitu Medley Nusantara, Peuyeum Bandung, Halo-halo Bandung, dan dua lagu pop yang bernuansa penuh semangat yaitu lagu Beraksi karya Band Kotak dan lagu Bendera karya Band Cokelat. Kegiatan bermain angklung bersama ini dipandu oleh Aan Handoyo, seseorang yang sudah melanglang buana bersama dan karena angklung.

Tahun ini, Angklung’s Day diikuti oleh sekitar 70 grup angklung, mulai dari tingkat TK sampai tingkat perguruan tinggi. Kantor Guberur Jawa Barat terlihat sangat berwarna dengan pakaian peserta dan sangat padat dipenuhi peserta Angklung’s Day yang akan bermain angklung bersama. Tidak hanya bermain angklung bersama, ada kegiatan yang berbeda dalam kegiatan Angklung’s Day tahun ini, yakni panitia mengadakan lomba menggambar untuk anak usia 7-13 tahun. Selain itu, ada juga special performance dari Padepokan Angklung Gubrag Cipining, Bogor.

Hadirnya Angklung’s Day merupakan salah satu apresiasi masyarakat angklung, khususnya warga Jawa Barat dan sekitarnya terhadap diakuinya angklung sebagai salah satu warisan tak benda dunia oleh UNESCO pada tahun 2010. Sejak saat itu, Kabumi sebagai salah satu organisasi yang bergerak di bidang kesenian dan kebudayaan, khsusunya budaya Sunda, mulai merintis kegiatan Angklung’s Day yang pertama kali digelar di Monumen Perjuangan, Bandung, dengan diikuti oleh 2010 pemain angklung dari berbagai kalangan (SD sampai umum).

Sebagai pemegang warisan budaya Sunda, anak-anak dan seluruh peserta yang terlibat di dalam Angklung’s Day terlihat begitu semangat menggetarkan angklungnya. Continue reading “KABUMI-UPI Kembali Menggelar Perayaan Hari Angklung (Angklung’s Day)”

Posted in artikel, K-Pop

Sekilas Tentang BTS (방탄소년단)


Hai semua…

BTS

Lama juga saya gak nulis tentang K-Pop. Hahaa… Nah, kali ini yang menjadi pembahasan saya adalah BTS (방탄소년단) atau dikenal dengan nama Bangtan Boys atau dalam Bahasa Inggrisnya Bulletproof Boys Scout. Maklum, lagi seneng BTS, hahaa…

Nama Bangtan Boys dipilih karena memiliki arti cowok antipeluru (bulletproof boys). Tapi, tentunya arti tersebut tidak dimaknai mentah-mentah, soalnya maksud dari ‘cowok antipeluru’ di sini adalah mereka dapat menahan peluru yang menyerang ke arah mereka. ‘Peluru’ itu sendiri dapat diartikan sebagai segala halang rintang yang dialami anak muda pada umumnya. *hmm… bingung ngejelasinnya, tapi intinya begitulah, hehee…*

Secara fisik, ketika member BTS tidak memakai make-up sangat terlihat wajah remajanya, terlihat polos, lugu, lucu, dan terlihat sangat muda kalau dibandingkan dengan saya, wkwkwkwkk… Tapi, kalau sudah di atas panggung, mereka terlihat lebih matang, mantap, dan oke bangeeeettt!

BTS terdiri atas 7 orang yaitu Rap Monster sebagai leader, lalu di barisan vokal ada Jin, V, Jungkook, dan Jimin, dan yang lainnya yaitu J-Hope dan Suga. Setiap member mempunyai pesona dan daya tarik tersendiri bagi fans-nya. Oh ya, tidak lama sejak mereka debut, BTS langsung mengumumkan nama resmi fans mereka, ARMY (Adorable Representative M.C for Youth). Nama fans mereka diresmikan pada tanggal 9 Juli 2013, 28 hari sejak mereka debut.

Menurut saya, lagu-lagu yang dibawakan oleh BTS benar-benar beda dengan lagu-lagu K-Pop pada umumnya, dan saya menyukai itu. Hehee… Terus, lagu yang mereka bawakan memang cocok dengan usia dan gaya mereka. Hmm… kalau membahas lagu, tampaknya harus ada pembahasan tersendiri karena pasti panjaaaaaaaaanggg bangeeetttt…

So, now let’s talk about the members. As you all know guys, BTS has 7 members and here is their profiles. Continue reading “Sekilas Tentang BTS (방탄소년단)”

Posted in Cerpen

[Cerpen] Nada Cinta Masa Lalu


Aku duduk di sana, memperhatikanmu yang sedang duduk berdua dengan seorang wanita. Aku tahu siapa wanita tersebut. Dia adik kelas kita waktu SD. Sepertinya kenangan kita tak mudah untuk dilupakan walau pada awalnya aku dapat menganggapnya berlalu bergitu saja.

Ingatkah kau ketika teman-teman kita menyoraki kita?
Ingatkah kau ketika teman-teman kita memasangkan kita sebagai Kartini dan pasangannya?
Ingatkah kau masa ketika kau disukai banyak wanita karena rupamu?
Kuharap kau mengingatnya.

Aku mengenalmu sejak kelas IV SD. Kau menjadi ketua kelas pada saat itu. Aku bersama Lina dan Cicih duduk bersama, sedangkan kamu bersama Asep dan Agus. Kurasa di kelas IV tidak ada kenangan manis di antara kita. Aku masih ingat dengan jelas kapan rasa ini muncul, yakni pada saat kelas lima. Karena untuk yang keduakalinya kau terpilih sebagai ketua kelas dan aku sebagai sekretarisnya. Tentu banyak komunikasi yang terjalin karena status struktural tersebut. Terlebih pada saat itu kita juga dipasangkan sebagai Ibu Kartini beserta suaminya. Banyak orang yang bersorak kepada kita.

Aku dengan malu-malu berjalan di atas panggung dan kau berjalan di sampingku. What a nice moment that is.

Kelas VI, kita mengenal semakin jauh. Kita sama-sama lolos Porseni tingkat sekolah, kita maju ke tingkat kecamatan. Kau di sepak takraw dan aku di bulu tangkis. Semangatku bertambah ketika kutahu kau lolos dari tingkat kecamatan dan maju ke tingkat kawedanan. Saat itu aku berusaha agar akupun bisa lolos sehingga kita bisa maju bersama lagi.

Keinginanku menjadi kenyataan. Kita lolos! Kau di sepak takraw dan aku di bulu tangkis. Walaupun lapangan kita berbeda, tapi aku yakin semangat kita ada untuk satu sama lainnya, saling menyemangati dan saling mendukung.

Menurutku kelas VI menjadi pintu pembuka bagi kita untuk dapat saling mengenal lebih dalam lagi. Karena kuingat kau pernah meminta padaku untuk belajar kelompok bersama. Kau dengan kelompokmu mendatangi kelompokku untuk belajar bersama. Sebenarnya aku senang dengan hal itu, tapi Ayah Ibuku terlalu ketat dalam hal aturan. Mereka tidak akan membolehkan anak laki-laki berkumpul dengan anak perempuan, sekalipun alasannya untuk belajar bersama.

Apakah kau masih ingat tatkala itu kau memintaku keluar dari masjid untuk mengobrol sedikit hal? Aku masih mengingatnya betul. Kau duduk di atas raranjangan—tempat duduk yang terbuat dari bambu dan bentuknya memanjang seperti ranjang—di bawah tiang listrik. Teman-temanmu membawaku padamu. Kalau saat ini aku bayangkan kembali hal itu, rasanya sangat terlihat cinta monyet telah berkembang saat itu. Dengan malu-malu, aku melangkah menghampirimu.

Singkat cerita, kau menyatakan perasaanmu. Aku senang. Hatiku berbunga-bunga. Ya, mungkin beginilah cinta monyet. Kita berdua sama-sama menjadi monyet yang sedang malu-malu jatuh cinta. Monyet-monyet kecil yang sudah mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Monyet-monyet kecil jelmaan anak-anak yang sedang beranjak remaja.

Kelulusan SD sudah berlalu. Tiba saatnya untuk melanjutkan sekolah ke SMP. Kau kembali memintaku menemuimu. Dengan mengungkapkan hal yang sama, kali ini kau benar-benar mengharapkan jawaban dariku. Dengan membawa kakak sepupumu, kau berusaha menyakinkan bahwa kau ingin kita berada dalam satu jalinan, pacaran. Seketika itu, aku menjawab ‘ya’. Kemudian kita bercakap panjang lebar. Kembali dua orang monyet kecil sedang dilanda kebahagiaan merasakan cinta monyet.

“Hmm…” aku mencoba memulai pembicaraan.
“Makasih, ya,” ucapnya untuk memulai pembicaraan.
“Hah? Eh… Oh iya, hehe…” mulutku kaku sendiri, mungkin saking bahagianya, “boleh aku tanya sesuatu, gak?”
“Boleh, tanya apa?”
“Kenapa kau memlih aku?”
Continue reading “[Cerpen] Nada Cinta Masa Lalu”

Posted in artikel

Berbagi Pengalaman Tinggal di Kampung Inggris, Kediri


Satu bulan tinggal di Pare rasanya ada banyak hal yang bisa saya ceritakan di sini. Kampung Inggris, siapa sih yang gak tahu Kampung Inggris? Begitu terkenalnya kampung yang satu ini di mata orang Indonesia. Bisa saya pastikan setiap orang Indonesia pasti setidaknya pernah mendengar nama Kampung Inggris.

Tujuan saya pergi ke Kampung Inggris tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang yang pergi ke sana, ya, untuk belajar Bahasa Inggris. Berangkat bersama kawan dari Bandung menggunakan kereta api Malabar pukul empat sore hari dan sampai di Kediri pada pukul empat dini hari.

Selama di kereta, saya dan kawan terus menerus menebak seperti apa suasana di sana, bagaimana orang-orangnya, bagaimana makanannya, bagaimana cuacanya, dan satu pertanyaan besar yang sangat membutuhkan jawaban (khususnya bagi diri saya sendiri) yaitu apakah orang-orang di sana semuanya berbahasa Inggris?

Perasaan senang, penasaran, dan ingin segera sampai di sana rasanya menjadi satu, hingga akhirnya kami tertidur. Hehehe…

Oke, singkat ceritanya kami sudah sampai di Kediri. Berhubung hari masih gelap, sekitar pukul empat pagi, stasiun belum buka sehingga kami tidak bisa langsung pergi ke Kecamatan Pare. Stasiun Kediri buka sekitar pukul setengah enam. Pada saat itu, tukang becak sudah banyak menunggu di depan pintu keluar dan menawarkan jasa mereka untuk mengantarkan kami ke pangkalan angkot. Tapi, selain becak, ada juga jasa sewa mobil. Tentu saja untuk menyewa mobil tidak bisa satu atau dua orang, kecuali siap menanggung biayanya. Saya berkenalan dengan dua mahasiswa asal Jakarta dan mengajak mereka untuk pergi bersama ke Pare. Dengan demikian, akhirnya kami lebih memilih menyewa mobil daripada naik becak dan angkot. Selain lebih praktis dan cepat sampai, menyewa mobil memberikan kenyamanan sendiri karena tidak harus berdesakan dan barang bawaan tersimpan dengan aman.

Selama perjalanan menuju Kampung Inggris atau dikenal juga dengan nama Desa Tulungredjo, Pak Supir lumayan banyak bercerita mengenai Kampung Inggris dan masyarakat di sekitarnya. Ternyata tidak semua orang di sana bisa bahasa Inggris. Tentu saja ini mengagetkan karena di luar prediksi saya. Saya pikir semua orang di sana sehari-harinya menggunakan bahasa Inggris, bahkan tukang cilok pun berbahasa Inggris. Tapi ternyata tidak. Hmm…

Dua minggu pertama tinggal di Kampung Inggris rasanya… emm…😀

Oke, saya ceritakan satu per satu, ya. Pertama, cuaca di sana menurut saya cukup ekstrim karena akan terasa panas ketika tidak ada hujan dan terasa dingin ketika hujan datang, itu menurut saya loh ya. Kedua, memang benar kata pak supir waktu itu, tidak semua orang di sini dapat berbahasa Inggris, buktinya ketika saya membeli minum dalam kemasan Continue reading “Berbagi Pengalaman Tinggal di Kampung Inggris, Kediri”

Posted in artikel, K-Pop

Di Balik Angka 1004 (Seribu Empat)


Awalnya aku biasa saja melihat angka 1004. Aku rasa itu angka yang disukai Leeteuk Super Junior, lihat saja akun twitternya (@special1004).

leeteuk

 

Tapi, pas lagi lihat video “BTS – Boy in Luv” di youtube, di deretan video-video K-Pop lainnya ada salah satu video yang membuatku tertarik untuk menceritakannya di sini, hehhee…. Ya, video itu adalah videonya BAP dengan judul lagu “1004 (Angel)”, langsung aja kuklik video itu. Terus aku langsung buka kamus bahasa Korea untuk mencari tahu kenapa angka 1004 (seribu empat) disamaartikan dengan angel (bidadari/malaikat).

Continue reading “Di Balik Angka 1004 (Seribu Empat)”

Posted in Bahasa & Sastra Indonesia, Cerpen

[Cerpen] Berkemah di Bumi Moga


Hai, Aku Anis. Saat ini aku adalah seorang siswa kelas satu SMA di Kota Tegal. Ini adalah petualangan baruku sebagai siswa SMA. Petualangan selama masa-masa SMP sudah kulewati dan  yaa… cukuplah, hehehe…

By the way, kamu tahu siapa gadis yang berkudung cokelat di sana? Dia adalah Indras. Temanku dari SMP yang sama. Aku berteman dengannya, berteman baik.

Pada saat pengumuman anggota kelas, ternyata aku dan Indras di kelas yang sama, kelas X-2. Kami bermain bersama, jajan bersama, kerja kelompok bersama, dan memutuskan untuk berada dalam satu grup yang sama untuk kemah di Moga minggu depan. Kata kakak kelasku, kami akan berkemah selama lima hari empat malam di sana. Tentu saja ini bukan perkemahan biasa bagiku.

Perkemahan yang diselenggarakan setiap peringatan hari Pramuka saja hanya tiga hari dua malam, nah yang ini malah lima hari empat malam. Ibuku agak khawatir dengan perkemahan yang akan kujalani ini. Tapi aku yakin aku bisa bertahan dan mengikuti kegiatan perkemahan dengan baik.

Berkemah merupakan salah satu kegiatan Pramuka yang paling paling paling aku sukai. Biasanya, kegiatan berkemah tidak hanya tidur dan makan di tenda, tetapi juga ada halang rintang, tebak sandi morse, ‘smaphore’, membuat ‘drakbar’, dan lain-lain. Semua yang ada di kegiatan perkemahan Pramuka aku suka.

“Ndras, kita sekelompok sama siapa nih?”

“Gak tahu, Nis.”

“Tapi kita tetep satu grup kan?”

Continue reading “[Cerpen] Berkemah di Bumi Moga”

Posted in artikel, umum

Kompetisi Marchingband di Bandung


Sabtu, 28 September 2013 di gedung Gymnasium UPI, Bandung, berlangsung kegiatan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Lomba marchingband yang diadakan di Bandung ini bukan kali pertama, tetapi saya juga tidak tahu ini kegiatan yang keberapa. Kompetisi marchingband kali ini saya rasa cukup meriah karena pesertanya tidak hanya orang Indonesia, tetapi juga ada satu peserta yang berasal dari Thailand. WOW!!!
Udomsuksa merupakan grup marchingband dari Thailand. Dalam kategori percusion performance, mereka keluar sebagai juara I dan diikuti oleh grup marchingband dari Bandung “Locomitive DC” sebagai juara II. Pesertanya tidak hanya orang dewasa, tetapi juga ada yang berasal dari tingkat SD. Tapi sayangnya saya tidak sempat menonton yang tingkat junior (SD).
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu 28-29 September 2013 di gedung Gymnasium UPI, Bandung.
Berikut ini foto-fotonya…. Continue reading “Kompetisi Marchingband di Bandung”

Posted in artikel, K-Pop

EXO itu perpaduan DBSK+SJ+SHINee


Hi guys….
How are you?

EXO

Nah kali ini, saya (mimin blog ini) sebagai penggemar EXO mau memaparkan konsep EXO-menurut pikiranku sendiri-, hehehhe…
EXO kan terdiri atas 12 anggota yang terbagi dalam dua subgrup yaitu EXO-K dan EXO-M.
Kalian pasti udah tau lah ya anggota masing-masing subgrupnya, jadi miimin gak perlu nulis lagi, hehhehee… *mian

Lanjut ke inti pembahasan. Menurut mimin sih konsep EXO itu keren beeuuudddhhh!!! asli! suer!
Kalian tahu DBSK? Apa yang menarik dari mereka?
Tampang oke, suara oke, penampilan cowok banget! Ahh… pokoknya manly lah.🙂
Nah konsep DBSK yang dimasukkan ke EXO itu Continue reading “EXO itu perpaduan DBSK+SJ+SHINee”

Posted in artikel, K-Pop

FACT ABOUT EXO’S MAMA MV


Hai EXO’s fans. Nice to meet you all guys…
I’m an EXO fan since their first album has been release. Hehehe…
I just…. WOW… how amazing they are. Their voices (actually DO, Chen, and Baekhyun), their dance moves, their looks, and their performs. I think EXO is combination of DBSK+Super Junior+ SHINee. Do you agree with me? That’s just my opinion.

Ok, let’s move to the main topic.
Have you watch EXO’s MAMA music video?
I think there’re some funny facts in MAMA music video. Let’s check it out!

1. How can butterfly flying around typhoon?
sehun

Continue reading “FACT ABOUT EXO’S MAMA MV”

Posted in artikel, Bahasa & Sastra Indonesia

TES UKBIPA-MEMBACA


Akhirnya rilis juga alat tes UKBIPA (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Tes ini hanya untuk pelajar asing Bahasa Indonesia. Saya berharap alat ini dapat membantu pembelajar asing untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan dalam bahasa Indonesia. Untuk komentar silahkan tulis di blog ini.
Terima kasih atas perhatian Anda.

Finally I release an instrument for Indonesian language test (UKBIPA). This test is just for Indonesian foreign learners. I hope this instrument will help Indonesian foreign learners to increase their reading comprehension skill in Bahasa Indonesia. For comments please write in this blog.
Thank you for your attention.

KLIK DI SINI UNTUK MEMULAI TES
CLICK HERE TO START THE TEST

*sebelum tes dimulai, Anda harus menunggu beberapa detik (before the test begins, you have to wait a few seconds).

Sebagai gambaran, lihatlah gambar-gambar di bawah ini! Continue reading “TES UKBIPA-MEMBACA”

Posted in Puisi, umum

Butiran Cinta


Tuhan, aku masih begitu terjaga dalam napas sendu ini,
mengadu kepasrahan lewat setangkai kata,
yang sempat kuberi dulu.

Tuhan, aku benar-benar lemah
entah kenapa bisa selama ini aku bertahan
tanpa dirinya
entah kenapa bisa sekuat ini aku menyiksa batinku sendiri
tanpa dirinya
entah kenapa dan kenapa entah Continue reading “Butiran Cinta”

Posted in artikel, K-Pop

Kemiripan dan Perbedaan antara Gayageum dan Kecapi


esay ini ditulis oleh Robita  (오빗) & Nunik (누닉)

Angkatan ke-11 HKLCB

Korea yang terkenal dengan K-Pop dan dramanya ternyata mempunyai beberapa kemiripan dengan Indonesia dalam hal kesenian, entah itu tarian maupun alat musik. Tarian yang mirip yaitu tari kipas di Korea dan tari kipas di Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan. Sementara itu, melalui drama “Heartstring” dijumpai alat musik gayageum yang dimainkan oleh tokoh utamanya. Gayageum sangat mirip dengan  alat musik suku Sunda di Indonesia, kecapi. Gayageum dimainkan dengan cara dipetik, sama seperti kecapi. Gayageum mempunyai dawai-dawai, begitu pula dengan kecapi.

Kata kunci: gayageum, kecapi, Korea, Indonesia

Kecapi di Korea

Alat musik rakyat asli Korea telah berkembang sejak masa prasejarah sampai masa Silla Bersatu (668-935). Pada masa tiga kerajaan (57 SM – 668) beberapa jenis alat musik dari Asia Tengah diperkenalkan ke Korea. Alat musik Cina dari Dinasti Tang diperkenalkan di akhir periode Silla Bersatu dan dari Dinasti Song pada masa Dinasti Goryeo (918-1392), sehingga meningkatkan jumlah alat musik Korea. Para musisi Korea dapat melakukan eksperimen dengan alat-alat musik tersebut. Alat-alat musik Cina lama kelamaan diadaptasi menjadi alat musik Korea pada masa Dinasti Joseon (1392-1910).

Gayageum (hangul: 가야금. hanja: 伽倻琴) merupakan alat Continue reading “Kemiripan dan Perbedaan antara Gayageum dan Kecapi”

Posted in Puisi

Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari


 

(oleh: Sapardi Djoko Damono)

 

waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan