Posted in Puisi

Rakawati


Diperjumpaan pagi yang sejuk
Seorang Maba melangkah
Tidak tergontai
Tidak pula bersemangat
Sampai kaki itu berhenti
Tempat
Ilmu baru menghampar
Bak padi yang siap dipanen

Puluhan pasang bola mata
Menatap Maba
Dalam pikirnya banyak tanya
Apa yang akan dilakukan mata mata itu?

Berbekal benda-benda
Bukan nasi atau minum
Tapi benda
Bekal keras, tak dapat dimakan
Tak dapat diminum
Tak dapat…
Lalu ini buat apa?
Gunanya apa?

Maba oh Maba…
Terpikirkah apa yang dimasuk mata mata itu?
Maba oh Maba…
Dirimu bagai bayi yang masuk terlalu dini di universitas
Ketidaktahuanmu
Bekal-bekalmu
Doa orang tuamu…
Mengiringi langkah sekarang
Selamat berjuang Maba
Jangan putus
Jangan bubar
Sebelum cita-cita di lazuardi tercapai

(Robita, Bandung, 2010)

Author:

I'm Robita, an Indonesian girl who loves writing than speaking, loves singing and playing music, and prefers to be quiet than arguing. All my posts here show you my skills in writing related to my age, my knowledge, my experience, my hobby, and my interest at that time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s