Posted in artikel, Bahasa & Sastra Indonesia

Transkripsi, Transliterasi, dan Terjemahan Karya Sastra Kuno Indonesia


Tugas Matakuliah Sastra Nusantara
oleh Robita Ika A.

Karya sastra nusantara merupakan suatu kekayaan tersendiri bagi bangsa kita, Indonesia. Karya sastra nusantara yang notabenenya kuno ini secara eksistensi sudah tidak se-eksis dulu. Di Indonesia, kebudayaan bersastra dimulai dengan munculnya sastra melayu rendah. Salah satu sastra yang akan dianalisis kali ini adalah mantra. Mantra ini nantinya akan ditranskripsi, transliterasi, dan terjemahan. Transkripsi diperlukan untuk mengubah tuturan atau bunyi menjadi tulisan. Setelah tulisan yang biasanya menggunakan huruf Arab atau Palawa yang diubah menjadi huruf latin itu disebut transliterasi. Biasanya tulisan yang digunakan pada sastra kuno menggunakan bahasa daerah. Bahasa daerah itu diubah kedalam bahasa Indonesia, sehingga dimengerti disebut terjemahan.

Secara fisik, mantra-mantra yang biasanya berwujud lontar atau kitab ini sudah sangat langka. Di samping itu, sudah sangat sedikit orang yang dapat memahami artinya. Sementara orang awan cukup percaya bahwa mantra dalam lontar atau kitab itu ajaib, mistis, dan harus diperlakukan secara khusus. Oleh karena itu, ada baiknya transkripsi, transliterasi, dan terjemahan mantra ini dilakukan, sehingga isi dari mantra itu jelas maksudnya.

A. Mengenal Mantra (Jangjawokan)

Keberadaan mantra atau yang dikenal pula dengan jangjawokan ini masih eksis, terutama di kalangan masyarakat daerah yang masih kental dengan adat istiadatnya, seperti masyarakat asli Sunda dan Jawa. Jangjawokan merupakan jampi-jampi atau bacaan di daerah tertentu. Berdasarkan buku “Filsafat Ilmu: Pengetahuan Mistik”, jangjawokan ini digunakan untuk hal yang baik. Akan tetapi, dari sudut pandang lain nampaknya agak sulit untuk menentukan apakah mantra ini termasuk ilmu hitam atau ilmu putih. Untuk menilai apakah mantra termasuk ilmu hitam atau ilmu putih, dapat kita lihat pada dua hal yaitu:
1) Secara epistemologi, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah pada persyaratannya, jampinya, dan bacaannya.
2) Secara aksiologinya.

Berikut ini beberapa contoh mantra (jangjawokan) yang disertai bacaan secara transkripsi dan kegunaannya.

(1) Asihan
Contoh teks asihan, tepatnya asihan Nabi Yusuf:
Inna kulli syai’in qadir
Rohku, cahayaku, Yusuf
Mukaku muka Ali
Badanku badan Muhammad
Barang siapa yang melihatku tolong ambilkan si………….. binti…………….
Tolong antar samaku hatinya si……….. binti…………
Laa ilaaha illallahi Muhammad Rasulullah

Syaratnya adalah puasa Senin-Kamis masing-masing tujuh hari (7 hari Senin dan 7 hari Kamis). Kegunaan asihan di atas adalah agar dicintai perempuan.

(2) Kadugalan (Kekebalan)
Kadugalan ini fungsinya adalah untuk membuat kebal. Berikut ini contoh kadugalan asal Sunda.
Awak tapak malang gena, awak panyipuh buana
Awak sang suci manik, awak sang suci dewata,
Ya ingsun jaya sorangan, jaya batu jaya aing,
Jaya bata, syahadat.

B. Transkripsi, Transliterasi, dan Terjemahan

1) Transkripsi

Transkripsi adalah pengalihan tuturan (yang berwujud bunyi) ke dalam bentuk tulisan; penulisan kata, kalimat, atau teks dengan menggunakan lambang-lambang bunyi. Mantra yang diucapkan seseorang dan kemudian ditranskripsikan ke dalam bentuk lontar/kitab atau dalam bentuk tertulis lainnya, berikut ini adalah contoh jangjawokan hasil penelitian Wiwi Kartiwi.
Deungdeuleu sima deuleu
Deungdeuleu malik katineung
Nenjo aing sia ceurik
Ceurik sia inget ka aing
Nya aing nu boga asihan neuleu.

2) Transliterasi

Transliterasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Contohnya sebagai berikut.
• وهـو خـيـرازقــين ditulis [wa huwa khair ar-Râziqîn]
• زكاة الـمـال ditulis [zakât al-mâl], atau
• سـورة النـسـاء ditulis [sûrat al-Nisâ`]

3) Terjemahan

Terjemahan artinya salinan bahasa; alih bahasa (dari suatu bahasa ke bahasa lain). Terjemahan ini sering juga disebut sebagai arti, pengertian dari kalimat atau kata yang di transliterasi.

Author:

I'm Robita, an Indonesian girl who loves writing than speaking, loves singing and playing music, and prefers to be quiet than arguing. All my posts here show you my skills in writing related to my age, my knowledge, my experience, my hobby, and my interest at that time.

6 thoughts on “Transkripsi, Transliterasi, dan Terjemahan Karya Sastra Kuno Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s