Posted in artikel, Bahasa & Sastra Indonesia, umum

Kami Rindu Wayang Golek


Wayang golek merupakan salah satu hasil kebudayaan manusia Indonesia, khususnya masyarakat di Pulau Jawa. Pada awalnya, wayang golek digunakan sebagai media untuk menyiarkan ajaran agama, karena kala itu masyarakat sangat suka dengan dongeng dan cerita-cerita. Segala penyampaian yang ditujukan kepada masyrakat disampaikan melalui wayang karena bersifat tidak menggurui atau menyuruh atau melarang secara langsung, tetapi secara halus, melalui cerita yang dikemas dengan menarik oleh dalang.

Saat ini, pergelaran wayang golek sudah jarang ditemui, walaupun itu di tanah Jawa. Wayang golek sudah tidak setenar pada masa itu. Kalaupun ada yang menonton, yang datang pasti kalangan tua saja, sedangkan anak mudanya bergumul di Organ Tunggal Dangdut kontemporer dengan penyanyi-penyanyi dangdutnya yang seksi-seksi. Sungguh miris!

Padahal dalam pertunjukkan wayang golek tidak hanya mengandung unsur hiburan semata, tetapi juga mengandung nilai moral dan etika yang baik bagi mental, sikap, dan perilaku manusia-manusia zaman sekarang. Wayang golek memberikan petuah-petuah dalam bentuk visual dongeng, sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan dan oleh massa dalam jumlah banyak. Pertunjukkan wayang golek juga melatih kemampuan “menyimak” seseorang, karena hanya dengan menyimaklah ia dapat mengerti dan memahami cerita yang disajikan oleh dalang. Selain itu, pertunjukkan wayang golek juga sebagai bentuk pertunjukkan paling moderen di zamannya dilahirkan, karena sudah mengenal musikalisasi pertunjukkan (sejenis drama musikal) -menurut saya-, karena tidak hanya dongengnya saja yang disajikan, kru dan dalang sudah mengetahui trik agar penonton tidak jenuh menonton wayang golek, salah satunya dengan menambahkan musik dan nyanyian yang dinyanyikan oleh seorang sinden. Di samping itu, kemampuan seorang dalang dalang memerankan suara setiap tokohnya yang berbeda-beda cukup menarik penonton. Apa lagi kelebihan pertunjukkan wayang golek? Tentunya masih sangat banyak! Oleh karena itu, cobalah sesekali Anda menonton pertunjukkan wayang golek.

Jangan pernah membayangkan dulu bahwa pertunjukkan wayang golek itu menjenuhkan! Anda cukup duduk manis menghadap panggung dan menyimak serta menonton adegan demi adegan si wayang, pasti Anda enggan untuk beranjak dari tempat duduk Anda, sekalipun Anda hanya duduk beralaskan tanah, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Dukuh Kopi, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharja, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Pertunjukkan wayang golek yang diselenggarakan oleh sebuah keluarga yang mengadakan syukuran khitanan putranya itu cukup mengundang banyak warga Kampung Dukuh Kopi untuk menonton pertunjukkan yang sudah lama tak pernah digelar itu. Saat ini memang sudah jarang orang menggelar pertunjukkan wayang golek, selain karena agak susah mencari hiburan yang menyediakan pertunjukkan wayang golek, sering ditakutkan akan sepi penonton. Padahal masih banyak orang yang tertarik dengan hiburan wayang golek, apalagi kalau tokoh utamanya adalah tokoh-tokoh pewayangan kisah Mahabrata, atau salah satu tokoh yang terkenal yakni Si CEPOT. Si Cepot merupakan salah satu tokoh yang sering memberikan candaan dan petuah secara tidak langsung kepada masyarakat atau penontonnya, karena karakter si Cepot merupakan karakter yang sangat dekat dengan karakter masyarakat pada umumnya.

warga Dukuh Kopi menonton pertunjukkan Wayang Golek Warga Kampung Dukuh Kopi berbondong-bondong menonton pertunjukkan Wayang Golek yang dimulai pukul sembilan malam itu. Mereka tampak antusias dengan pertunjukkan wayang golek yang didalangi oleh Wawan Dede A. S. asal Bandung itu. Mungkin karena mereka sudah lama tidak pernah menonton pertunjukkan wayang golek. Penulis cukup takjub dengan kehadiran penonton yang diluar dugaan itu, sangat banyak dan dari berbagai kalangan.


Berikut ini beberapa foto yang berhasil saya ambil dari lokasi pertunjukkan wayang golek di Kampung Dukuh Kopi.
Wayang Golek

Wayang Golek

Warga Dukuh Kopi menonton pertunjukkan wayang golek

Warga Dukuh Kopi menonton pertunjukkan wayang golek

 

Author:

I'm Robita, an Indonesian girl who loves writing than speaking, loves singing and playing music, and prefers to be quiet than arguing. All my posts here show you my skills in writing related to my age, my knowledge, my experience, my hobby, and my interest at that time.

2 thoughts on “Kami Rindu Wayang Golek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s