Posted in artikel, K-Pop, SNSD, Super Junior, umum, Video

6 Efek Samping menjadi Pecinta K-pop/K-drama


Saya tertawa terkekeh-kekeh sendiri setelah menonton dua video di bawah ini.

 

Saya akui, menjadi penggemar K-pop memang membawa dampak yang berbeda bagi setiap orang. Akan tetapi, kamu akan menemui beberapa kesamaan karakter  dari setiap pecinta K-pop atau K-drama.

Sebelum masuk inti pembahasan, sebaiknya kamu baca dulu notifikasi saya berikut ini!

Tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap diri saya sendiri dan juga terhadap teman-teman dan lingkungan saya yang semula bukan pecinta K-pop dan K-drama menjadi pecinta dua objek tersebut. Jadi, kepada semua pembaca yang saya sayangi, jangan merasa TERPROVOKASI dengan tulisan ini karena tulisan ini saya unggah dengan tujuan hiburan semata.

Berikut ini beberapa efek samping menjadi penggemar K-pop atau K-drama yang terlihat secara kasat mata.

1. Posesif
Kalau kita buka KBBI, posesif berarti bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu. Nah, itulah salah satu sifat yang dimiliki oleh penggemar K-pop dan K-drama. Ketika mereka menyukai (nge-fans) penyanyi atau aktor asal negeri ginseng itu, biasanya ia merasa memiliki keterikatan yang kuat sehingga orang lain tidak boleh memiliki (nge-fans) kepada penyanyi atau aktor tersebut. Contohnya pada percakapan berikut ini (berdasarkan pengalaman pribadi pada tahun 2010).

Widya          : “Eh, Bit, lu di Super Junior suka siapa?”
Gue            : “Gue suka Sungmin. Aaaahhh… dia tuh lucu banget, ngegemesin pula! Uuuhh…”
Widya          : “Eh gak boleh! Sungmin itu calon laki gue. Lu gak boleh nge-fans ama Sungmin!” (pasang muka sok lucu)
Gue            : “Haa?” (Dalam hati gue bingung, sebelumya kagak pernah gue nemuin fans kaya gini, harusnya dia seneng dong kalo tokoh yang dia sukai disukai oleh orang lain, ya gak sih?) Oke, fine, Sungmin gue kasih buat lu. Hm… kalo gitu gue nge-fans ama Kyuhyun deh, suaranya keceh badai!
Widya          : “Eh lu juga gak boleh ya nge-fans ama Kyuhyun. Kyuhyun itu oppa gue, lu gak boleh nge-fans ama die ye, lu ama Ryeowook aja tuh!”
Gue            : “Huft…” (geleng-geleng kepala, pusing pala Barbie!)

Hingga tiba suatu masa, gue dan Widya membeli album Super Junior ke-5 yang asli, Mr. Simple, langsung dikirim dari Koreanya. Widya dapat gambar Sungmin dan gue dapet gambar Yesung.  Finally, gue bilang ke Widya, “Oke, Wid, mulai detik ini gue nge-fans ama Yesung, soalnya gue dapet gambar Yesung, yeeee!!! Ulalaaaa…”

Cerita yang lain.
Lala           : “Lala mah gak ngerti sama kalian, apanya sih yang disuka dari orang-orang Korea tersebut?”
Uli            : “Ya ampun Lala, mereka tuh keren banget. Badannya, suaranya, tingkah lakunya. Pokoknya mereka keren banget deh.”
Lala           : “Uli emang suka siapa?”
Uli            : “Uli mah suka Eunhyuk, dia lucu banget. Oh my gooooooddd!!! Lala gak boleh ya nge-fans ama Eunhyuk, Lala cari yang lain aja ya.”
Lala           : “Hahaa… Lala mah gak akan nge-fans ama mereka, Li, palingan juga kamu bersaing ama Widya.” (ketawa)

Selain itu, ketika si artis idola jadian atau dikabarkan menjalin hubungan dengan artis lainnya, mereka akan membenci artis yang menjalin hubungan dengan idolanya tersebut. Tapi, ada juga menjadi kalut setelah mendengar atau membaca berita (rumor) tersebut.

Catatan:
Itu hanya beberapa contoh yang mungkin bakal kamu temui di lapangan ketika kamu berhadapan dengan pecinta atau penggemar K-pop/K-drama. Walaupun mereka posesif dengan idolanya, tidak berarti ketika mereka melarang kamu untuk nge-fans kepada idola yang sama, terus kamu ama dia/mereka musuhan. Engga kok, mereka tetap orang-orang baik. Mereka hanya posesif dengan apa yang mereka sukai, tetapi tidak mereka miliki. Ahahaha…

2. Agresif
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), agresif berarti bernafsu untuk menyerang; cenderung (ingin) menyerang sesuatu yang dipandang sebagai hal atau situasi yang mengecewakan. Nah, harus hati-hati ama penggemar K-pop atau K-drama. Sekali kamu keceplosan kata-kata yang menyakitkan, mereka akan berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan bahwa idola mereka itu yang paling baik, keren, top markotop, oke maroke, dan paling mempesona.

Contohnya berikut ini.
Mita           : “Ya ampuuunn… Rain oppa badannya keren banget.” (ceritanya ni orang yang ngomong lagi meleleh sambil ngeliatin foto Rain di laptopnya)
Gue            : “Tapi dia kan udah tua.”
Mita           : “Whaaatt? Kamu bilang apa, Bit?” (melirik ke arah gue dengan tatapan mata antagonis)
Gue            : “Loh, bener kan? Usia Rain tahun ini udah kepala tiga, kan? Mending nge-fans EXO, udah keren, handsome, lucu, imyut, ngegemesin, dan aw… masih muda-muda.” (ketawa centil)
Mita           : “Kamu lihat gak sih, Rain tuh keren bangeeeeeeeeeeeeeeeeeet! Bahkan di usianya yang sekarang udah kepala tiga aja kerennya makin menjadi, gak ketulungan deh! Terus ya, badannya oke banget, six pack, Bit, six pack!”
Gue            : “Ehe, iya teh, keren juga ya, Rain. Ehehe…” (lebih baik gue gak melanjutkan perdebatan ini)

Selain itu, mereka juga menjadi agresif dalam mempelajari bahasa Korea. Beberapa di antara mereka ada yang berhasil berbicara dengan lancar dalam bahasa Korea hanya dalam hitungan 1-3 bulan kursus, beberapa yang lainnya biasa saja. Mereka bermimpi suatu saat mereka akan mengunjungi negeri ginseng tersebut, bertemu denga artis idola mereka, dan praktik berbahasa Korea dengan idola mereka. Jadi, tidak ada lagi hambatan untuk bertemu dengan artis idola mereka, karena mereka sudah dapat berbahasa Korea.

3. Kreatif
Dalam hal ini, ada tiga kategori kreatif yang dimiliki oleh penggemar K-pop dan K-drama. Pertama, kreatif dalam urusan mode pakaian, kreatif membuat sesuatu (baik berupa video maupun rekaman suara), dan kreatif menyelenggarakan sesuatu yang aslinya tak terjangkau sekaligus menggalang persaudaraan sesama pecinta K-pop dan K-drama.

Kalian tentu tahu mode pakaian yang dipakai penyanyi dan aktor dari negeri ginseng itu saat ini menjadi salah satu tren bagi kalangan anak muda di dunia, atau minimal (mungkin) di Asia. Kalau harus membeli pakaian dan aksesoris yang asli, mahal bo! Nah, untuk menjadi mirip seperti idola, tak jarang mereka memanfaatkan jaket, pakaian, dan aksesoris yang mereka miliki untuk di-combine menjadi sesuatu yang terlihat bagus. Tidak terlihat mirip dengan sang idola, tetapi setidaknya mereka sudah kreatif dengan memanfaatkan pakaian dan aksesoris yang mereka miliki untuk tampil ala sang idola. Sayang sekali saya tidak memiliki bukti foto untuk hal yang satu ini, tetapi kalian dapat menyaksikan dengan mata kepala sendiri di acara cover dance/song di daerah terdekat kalian.

Kreatif membuat rekaman video atau rekaman suara. Mereka yang mempunyai keterampilan dalam hal teknologi, biasanya dapat membuat video-video yang bagus yang mereka persembahkan untuk sang idola (walaupun saya gak yakin apakah sang idola menonton video tersebut atau engga, tetapi setidaknya mereka ikut mendunia dengan mengunggah video tersebut ke Youtube). Video-video yang mereka unggah biasanya berupa video yang berisi koleksi foto sang idola, mulai dari sebelum terkenal (disebut trainee) hingga setelah terkenal. Selain itu, banyak juga yang mengunggah video yang berisi lagu dengan lirik lagu dan terjemahan ke bahasa negara masing-masing.

Akhir-akhir ini, banyak pula yang mengunggah video diri sendiri (dan kadang-kadang ada juga yang bersama teman-temannya) yang berisi reaksi mereka terhadap musik video terbaru yang dirilis oleh label sang idola. Ada yang menangis terharu, takjub/kagum, terkejut, bahagia, terpesona, sampai-sampai ada yang melotot terheran-heran dengan kerennya musik video sang idola.

Nah, bagi yang merasa mempunyai suara bagus, tak jarang loh ada yang mengunggah rekaman suara mereka, baik berupa video maupun audio. Termasuk saya, hehehe… saya pun mengunggah rekaman audio saya di Soundcloud, kalian bisa klik link ini.

Sementara itu, kreatif menyelenggarakn sesuatu yang (aslinya) tak terjangkau menjadi lebih terjangkau, baik dari segi jarak maupun biaya, ini saya temukan ketika saya masih tinggal di Bandung. Saat itu, saya adalah penggemar baru bagi Super Junior yang belum tahu apa-apa. Suatu ketika, teman saya, Widya, mengajak saya untuk dapat ke SMTown Tour Bandung. Awalnya saya bingung, masa sih SMTown mau mengadakan konser di Bandung? Kok gak ada pengumuman apa-apa di TV atau media cetak? SAYA BINGUNG DENGAN TANDA TANYA BESAR. Tiba pada hari H yang ditentukan, saya mendatangi salah satu mall yang tidak begitu ramai pengunjung di Bandung. Saya bingung, kalau di sini akan ada konser SMTown, kenapa sepi sekali? Kenapa tidak ada stand-stand makanan, kenapa tidak banyak mobil yang parkir, kenapa tidak ada poster-poster besar yang bergambar wajah-wajah artis pengisi konser tersebut? KENAPA KENAPA KENAPA? Kemudian, saya memasuki sebuah ruangan yang menjadi tempat pelaksanaan konser SMTown Bandung. Akhirnya saya sadar bahwa konser yang dimaksud di sini adalah NOBAR alias nonton bareng video-video artis SMTown bersama fans-fans lainnya di kota tersebut. Kreatif banget kan? Selain bisa nontonkonser dengan harga hanya Rp30.000,00, kita juga dapat kenalan dengan fans lainnya, baik yang menyukai idola yang sama ataupun berbeda. Jadi, kita bisa mempunyai teman yang sama-sama pecinta K-pop, kan lebih asyik! Ya, kan?

Di sini. saya tidak sedang menyindir penyelenggara acara tersebut. Saya justru sangat mengapresiasi usaha teman-teman pecinta K-pop yang menyelenggarakan acara tersebut karena mereka berusaha menghibur hati pecinta K-pop yang tak mampu pergi ke Seoul untuk menonton SMTown World Tour.

4. Hiperaktif
Biasanya, ketika virus K-pop sudah menjalar ke seluruh tubuh, terutama otak, reaksi yang akan muncul tanpa disadari si empunya tubuh tersebut adalah nyanyi-nyanyi dan nari-nari di manapun mereka berada, di manapun mereka mendengar lagu dan musik K-pop, dan di manapun mereka memutar lagu kesayangan mereka melalui HP. Jadi, jangan heran melihat teman kamu yang semula pendiam dan pemalu menjadi orang yang tanpa malu joget-joget di depan ruang dosen. Hal ini saya alami ketika saya dan teman saya, Novia, menunggu dosen untuk bimbingan skripsi. Saat itu, lagu yang sedang hits adalah lagu Wolf yang dinyanyikan oleh EXO. Saya dengan girangnya menyanyi sambil menari meniru gerak tarian EXO di lagu tersebut, hingga saya tersadar ada salah seorang dosen yang melihat (kelakuan) saya sambil menahan tawa. Selain itu,  teman saya yang juga pecinta K-pop biasanya akan menari-nari di tengah perjalanan ke kampus atau ke manapun itu, setidaknya tangan, kepala, atau kaki mereka akan mengikuti irama lagu yang mereka dengarkan melalui headset. Pokoknya gak bisa diem!

5. Ekspresif
Mereka yang sering menonton drama Korea biasanya memiliki emosi tidak jauh berbeda dengan film yang mereka tonton. Kamu tentu tahu kan, film Korea itu melownya minta ampun, walaupun kadang-kadang ada juga kekonyolan atau hal-hal serius yang dimuat dalam film tersebut.

Kisah percintaan yang dibawakan film-film Korea begitu menyentuh hati, terutama hati kaum perempuan. Jadi, sediakan tisu sebelum mulai menonton film Korea ya.😉

Nah, akibat terlalu seringnya menonton film atau drama Korea, kadang-kadang mereka membayangkan bahwa mereka hidup di dunia tersebut. Mereka membayangkan akan ada cowok ganteng yang datang ke dalam kehidupan mereka secara tidak sengaja, mungkin diawali dengan perselisihan atau ketidaksamaan karakter, tetapi diakhiri dengan kisah cinta yang sangat romantis. Selain itu, tidak jarang mereka juga berekspresi layaknya artis-artis Korea (baca: sok imut, sok lucu, sok ngegemesin). Ahahah… peace! ^^

Oh ya, tidak jarang juga mereka mengekspresikan perasaan mereka terhadap tokoh idola melalui cerita-cerita pendek dengan tokoh utama bernama tokoh-tokoh yang mereka idolakan. Jenis cerita tersebut kini sudah banyak diterbitkan oleh toko buku Gramedia dengan genre fanfic yang merupakan abreviasi dari fan-fiction. Selain ekspresif, mereka kreatif juga ya, kepikiran gitu membuat cerita dengan tokoh utama menggunakan nama sang idola. Dapet duit deh! Waaahhh… ini baru keren!

6. Percaya diri
Ini salah satu hal positif yang didapat setelah menjadi fans K-pop atau artis K-drama. Setelah mengalami 5 sifat di atas, biasanya rasa percaya diri mereka tumbuh dengan sendirinya. Mereka tidak malu lagi mengekspresikan diri mereka, tidak malu menunjukkan potensi diri yang mereka punya (baik menyanyi, menari, atau keterampilan lainnya), dan dapat tampil lebih baik di muka umum (daripada sebelumnya).

Nah, itulah 6 sifat yang akan kamu temui jika berhadapan dengan penggemar K-pop dan atau K-drama. Akan tetapi, janga kaget kalau ternyata teman atau orang yang kamu temui tidak memiliki keenam atau salah satu dari sifat di atas karena pada hakikatnya setiap individu itu berbeda.

Saya pribadi saat ini sudah tidak sekecanduan (addict) seperti dulu. Entah apa alasannya, mungkin karena pertambahan usia, mungkin karena saat ini saya sudah pindah tempat tinggal, atau mungkin juga karena ada faktor X lainnya yang mempengaruhi perkembangan jiwa saya. Hehe… Tapi, pengalaman menjadi penggemar dan pecinta K-pop dan K-drama merupakan pengalaman yang unik dalam hidup saya. Kalau kalian ingin tahu se-addict apa saya pada waktu dulu (setelah melalui beberapa tahap menghapus beberapa file karena laptop saya sudah tidak muat menyimpan lebih banyak data lagi), lihat koleksi saya berikut ini.

 

size folder

all

BTS

CNBLUE

FTI

OST

SM

SJ

GG

video collections

video capt

video BTS

video exo

video GG

video SJ

Gimana, banyak kan? Ahahaha…😀

Author:

I'm Robita, an Indonesian girl who loves writing than speaking, loves singing and playing music, and prefers to be quiet than arguing. All my posts here show you my skills in writing related to my age, my knowledge, my experience, my hobby, and my interest at that time.

One thought on “6 Efek Samping menjadi Pecinta K-pop/K-drama

  1. wakakakak gw banget…
    tapi masih banyakan gw sih koleksinya.. wakakakakakaka…
    sangking ga muatnyabeli hardis yang 1 tera 2 buah… wakakakakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s