Posted in Bahasa & Sastra Indonesia

Cinta: Sebuah Epilog


ke mana aku harus bercerita
saat langit dan bumi
enggan mendengarnya

ke mana aku harus bercerita
saat bulan dan bintang
manutup matanya

ke mana aku harus bercerita
saat angin dan badai
engga untuk membawanya

dan ke mana aku harus bercerita
tentang siapa dan bagaimana
tentang apa dan mengapa
tentang kapan dan berapa lama

mungkin
hanya bumi
yang bersedia menyimpannya
dengan nisan di atasnya

mungkin
hanya matahari
yang siap membakarnya
hingga tiada

tak ada lagi kehidupan
tak ada lagi ruang kosong
tidak pula ruangan ini penuh

hanya bibir yang bertemu
dengan dentuman nada yang tak beraturan
tanpa kata
tanpa rasa
SIRNA

Bandung, 16 Maret 2017
Robita

Advertisements

Author:

I'm Robita, an Indonesian girl who loves writing than speaking, loves singing and playing music, and prefers to be quiet than arguing. All my posts here are describing my skills in writing related to my age, my knowledge, my experience, my hobby, and my interest at that time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s