Posted in artikel, Opini

Sekilas Info Tentang Karakter Orang Australia


Bulan ini saya cukup aktif menulis di blog walau tidak semuanya langsung saya publikasikan. Mungkin kebuntuan saya mengerjakan tesis membawa saya menulis di blog. Jujur saja menulis di blog lebih mudah dan lebih ekspresif daripada menulis tesis, ahaha… (ya iyalah!)

Oke, kali ini saya ingin berbagi beberapa pengalaman saya tinggal di Australia selama tahun 2015. Tulisan saya ini terinspirasi tulisan Bundanya Ben di sini.

Selama setahun tinggal di sana, tentunya ada banyak hal yang saya alami, mulai dari gegar budaya (shock culture) sampai hal-hal tentang orang Australia yang di luar dugaan saya.

SATU. Sebelum pergi ke Australia, aku pikir orang-orang di Australia itu sama percis seperti orang Amerika atau orang Eropa yang sering aku lihat di acara-acara televisi atau di film-film Hollywood, contohnya kalau di film-film barat anak-anak dapat memanggil orang tua mereka dengan nama orang tuanya, berbeda dengan orang Asia, khususnya Indonesia, iya kan?

Ternyata eh ternyata, orang Australia tidak seperti itu loh! Selama setahun tinggal di sana, tidak pernah sekali pun terdengar anak-anak memanggil orang tua mereka dengan nama orang tuanya. Mereka akan memanggil orang tuanya dengan kata mom dan dad. Mungkin ada pengaruh sosial-kultural dan geografis antara Australia dengan Asia sehingga mereka turut memerhatikan kesopanan berbicara kepada orang tuanya. (But it doesn’t mean western are rude. No, it’s just habbit or part of their culture.)

DUA. Sistem pendidikan di Australia mirip dengan sistem pendidikan di Indonesia, khususnya dalam hal jenjang dan masa sekolahnya. Pendidikan SD dilakukan selama 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA 3 tahun. Sama kan kaya di Indonesia? Nah, tapi bedanya di Australia itu ada yang namanya pre-elementary.  Kelas pre-elementary ini dijalani siswa yang mau masuk SD, durasinya selama setahun. Jadi, di sini anak-anak yang mau masuk SD akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah dasar tersebut. Dengan kata lain, anak-anak yang akan memulai sekolah dasar diharapkan tidak kaget dengan lingkungan barunya, dengan sistem belajarnya, dan jam belajar di sekolah.

Namun, mereka yang mengikuti kelas pre-elementary ini tidak dipaksa untuk langsung belajar loh. Ya… kan tujuannya juga hanya pengenalan lingkungan sekolah dan pembiasaan diri mereka dengan kegiatan yang ada di sekolah.

TIGA. Cowo-cowo Australia gak malu untuk mengerjakan  pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, membereskan rumah, dan sebagainya. Di Indonesia, biasanya pekerjaan rumah tangga dikerjakan oleh perempuan kan? (Kalau pun ada cowo Indonesia yang mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga, jumlahnya tak banyak.) Nah, para suami atau pasangan hidup di sana mau mengerti kesibukan pasangannya, terus mereka juga gak malu untuk bersih-bersih rumah, belanja keperluan dapur, masak, nyuci baju, dan sebagainya. Tapi, bukan berarti cowo-cowo di Australia gak pekerja keras loh ya, mereka pekerja keras banget malah. Mereka mengerti banget perempuan itu sukanya apa. Eh tapi buat cewe-cewe muslim berhijab, jangan terlalu ngarep ya, soalnya agak susah kalau mau dapetin mereka, kecuali memang merekanya punya ketertarikan terhadap Islam. Itu sih beda ceritia, haha.

Nah, cowo-cowo Aussie sebenernya suka banget dengan cewe Indonesia, (well mostly western pun indeed). Kulit sawo matang yang eksotis, senyumnya yang manis, dan perhatian terhadap pasangan/suaminya, itu sesuatu yang sweeeeetttt banget! Mereka suka. Tapi ya itu, aku sendiri gak dapet cowo Aussie karena berhijab, atau mungkin emang belum berjodoh aja kali ya? Hihi… (ketahuan ngarepnya) ^_^

EMPAT. Anak-anak di Australia juga diajarkan untuk saling menghormati terhadap mereka yang berbeda suku bangsa, berbeda agama, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Contohnya, ketika anak-anak di sana cukup penasaran dengan alasan saya berhijab, guru mereka selalu menekankan batasan dalam rasa keingintahuannya. Maksudnya, mereka boleh bertanya dan mencari tahu, tetapi tidak boleh mengenyampingkan kesopanan terhadap orang yang ditanyainya.

Meskipun keempat hal tersebut tidak berlaku untuk seluruh masyarakat Australia, tetapi setidaknya orang-orang yang kutemui selama tinggal di sana seperti itu, baik-baik semuanya, sangat menghormati walaupun ada rasa penasaran yang tinggi, dan bersahabat.

Sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang cukup menarik untuk diceritakan, tetapi biar ceritanya berepisode-episode kucukupkan sampai di sini dulu ya. Nanti akan kusambung ketika ada waktu luang dan ketika pikiranku sudah segar kembali.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisanku di blog ini. Tunggu tulisanku yang lainnya dengan cara subscribe blog ini ya! 🙂

 

Advertisements
Posted in artikel, Opini

Yudhistira, Salah Satu Akar Masalah dalam Cerita Mahabarata


Tulisan saya kali ini adalah sebuah opini terhadap cerita Mahabarata yang saya tonton di televisi. Jadi, kepada semua pengunjung dan pembaca blog saya, saya harapkan kebijaksanaannya dalam menanggapi opini saya ini.

Judul yang saya tulis terdengar provokatif ya! Tapi, memang di situlah inti opini yang akan saya sampaikan ini.

Dalam cerita Mahabarata versi India yang ditayangkan di layar televisi, karakter tokoh-tokohnya sungguh berbeda dengan karakter tokoh Mahabarata yang aku dengar dari dongeng-dongeng masa kecil. Tapi, ya… bukan itu masalahnya. Yang ingin saya tekankan di sini adalah karakter Yudhistira yang lemah dan (maaf) bodoh. Akan kuuraikan alasannya satu per satu.

  1. Drupadi terpaksa menikah dengan kelima anak Pandawa karena Arjuna tak mau melangkahi kakaknya, Yudhistira. Coba kalau Yudhistira lebih atraktif, lebih menunjukkan pesona dan kemampuannya, mungkin dia bisa mendapatkan istri lebih dulu sebelum Arjuna. Ya… walaupun karakter Yudhistira yang lembut dan (katanya) bijaksana itu sesuatu yang positif, tetapi ia juga seharusnya menunjukkan taringnya.
  2. Kekalahan Pandawa pada saat bermain dadu. Yudhistira bermain dadu melawan Duryodhana. Sejak beberapa kekalahan pertama yang diterima Yudhistira, kalau ia berpikir lebih kritis dan mencoba mengenali kejanggalan yang terjadi di dalam permainan, tentunya Pandawa tidak harus menerima rasa malu yang teramat pedih, terlebih lagi sampai mempertaruhkan Drupadi. Kalau alasan ketidakberdayaannya adalah karena janji, mengapa ia tak berpikir panjang tentang risiko dari janji tersebut? Dengan kesembronoannya ia membuat janji, apalagi berjanji kepada Duryodhana dan Sangkuni, tidakkah itu menunjukkan bahwa ia bukanlah orang yang bijaksana, atau secara kasarnya (maaf) bodoh.
  3. Ketika Drupadi merasa dilecehkan oleh Dursasana, Yudhistira tak berucap sepatah kata pun untuk berusaha membela Drupadi. Arjunalah yang membela Drupadi dengan segala kemampuannya. Arjuna juga yang membujuk Drupadi untuk tidak memberikan kutukan kepada Kerajaan Hastina/Astina Pura, walaupun pada akhirnya bujukan Arjuna tak menghentikan Drupadi untuk mengutuk orang-orang yang ada di sana.
  4. Yudhistira adalah anak pertama, karakternya yang lemah lembut memang cocok untuk mengayomi adik-adiknya, tetapi tak lantas diam dan menurut begitu saja, apalagi menurut kepada Duryodhana.
  5. Kelembutan karakter Yudhistira dalam cerita Mahabarata versi India ini membuat ia dilecehkan berkali-kali oleh Duryodhana, sejak pertama kali masuk ke istana hingga mereka harus pergi dari istana Hastina/Astina Pura. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan karakter lemah lembut seorang pria, tetapi karakter yang dimiliki Yudhistira ini terlalu lemah sampai-sampai ia hampir kehilangan semuanya, termasuk kehilangan istrinya yaitu Drupadi. Cowok macam apa coba yang mempertaruhkan istrinya sendiri demia sebuah permainan (judi)!

Dulu, aku suka dengan nama Yudhistira, bahkan berencana untuk memberikan nama itu jika di masa depan aku mendapatkan anak laki-laki. Tapi sekarang gak mau lagi! Hoho…

Ternyata tak banyak yang dapat kusampaikan di sini. Berhubung yang muncul di otakku saat ini hanya 5 poin tersebut, haha…  jadi kusudahi saja ya. Nanti akan kuperbarui ketika muncul hal lainnya.

Kalian punya pendapat yang berbeda? Silakan tuliskan di kolom komentar ya. Terima kasih.

 

Sekali lagi, ini hanyalah opini saya tentang salah satu akar masalah dalam kisah legenda Mahabarata. Semoga pembaca dapat menanggapi opini saya ini dengan bijaksana. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini ya.

Posted in artikel, Opini

Saat Orang Tua dan Anak Tak Sejalan


Kali ini aku mau bercerita tentang hubungan anak dan orang tuanya ketika mereka tak sejalan.

Hubungan anak-orang tua tak selamanya mulus, sama seperti hubungan-hubungan lainnya. Ada kalanya hubungan orang tua dengan anak dibumbui masalah atau perdebatan yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.

Ada banyak masalah yang terjadi antara anak dengan orang tua, salah satunya ketika anak memiliki pola pikirnya sendiri yang cukup berbeda dengan pola pikir orang tua.

Suatu ketika, seorang anak berada di tingkatan terakhir masa kuliahnya. Ia berusaha keras agar dapat lulus tepat waktu, seperti yang diharapkan. Akan tetapi, rencana hanyalah rencana karena kadang-kadang ada beberapa hal yang terjadi di masa depan yang tidak terduga terjadi. Akibatnya, rencana ya hanya rencana, jalan penelitian tidak sesuai ekspektasi.

Pak, Bu, saya ingin sekali bilang kepada Bapak dan Ibu, saya di sini benar-benar belajar. Belajar menjadi peneliti, belajar menjadi pakar, belajar bertanggung jawab dengan ilmu yang saya dapatkan, dan belajar menjadi seseorang yang berguna serta jujur. Saya tidak ingin sekadar lulus lalu menyandang gelar, Pak. Saya ingin lebih dari itu, yakni tanggung jawab dan profesional.

Beberapa orang tua kurang sabar dengan proses yang dijalani anaknya, bahkan kadang ada juga yang memutuskan jalan si anak dan membawanya ke jalan yang lain sesuai dengan rencana si orang tua.

Selain itu, setiap anak punya karakter dan caranya sendiri. Yang perlu orang tua lakukan hanyalah dukungan, baik tersurat maupun tersirat, baik secara materi maupun nonmateri. 

Bagi saya, menjadi peneliti adalah hal yang serius. Saya tidak bisa dan tidak boleh main-main dalam melakukan penelitian. Oleh karena itu, Pak, Bu, berikan saya ruang sendiri agar dapat menemukan diri saya sendiri di sana, agar dapat menemukan jalan keluar, dan agar dapat menjadi manusia yang bertanggung jawab, khususnya terkait dengan penelitian yang saya lakukan ini.

Di sisi lain, orang tua juga kerap melihat anaknya dengan sudut pandang orang lain. Hal inilah yang kadang membuat anak stres dan merasa orang tuanya seperti bukan orang tuanya sendiri. Saya tidak tahu apakah orang tua mengetahui hal ini atau tidak.

Anak yang sudah tumbuh dewasa juga tidak dapat disaturuangkan dengan saudaranya, baik dengan umur yang berdekatan maupun dengan perbedaan umur yang cukup jauh. Alasannya adalah alasan paikologis.

Simpulannya, orang tua hendaknya lebih bersabar dalam menghadapi proses yang dijalani anaknya. Sebaiknya orang tua tidak menekan atau memaksakan kehendak dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang sifatnya menghancurkan atau melemahkan rasa percaya diri anak. Selain itu, orang tua juga harus lebih selektif dalam memilih kata-kata. Akan tetapi, hal ini tak berarti orang tua percaya begitu saja dengan anak. Bingung ya? Haha… Kalau mau tahu lebih jelasnya, tanyakan kepada psikolog atau pendidik-pendidik, khususnya di jurusan Bimbingan Konseling.

Mudah-mudahan opini saya kali ini bermanfaat ya.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca opini ini.

Posted in artikel, K-drama, Opini

Review Korean Drama (Ruler: Master of The Mask)


sumber: Google Image

Hi everyone, here I want to write about “Ruler: Master of The Mask” a new Korean drama that has been started at May 10th, 2017. I know it’s too early to write a review about this drama, but I just can’t stand like this.

I have just watched the drama for 2 episodes, and I think I can guess the conflicts and so on in the next episodes. I think it’s just like the other Korean dramas. It’s too much drama and I don’t know how but I just feel like oh I can guess what’s going on in the next episodes.

The Crown Prince was too careless and it’s not something new in Korean  drama. Since it’s not my first K-drama that I have watched, I guess my reviews here is not perfunctorily.

These two episodes are too boring to be followed (but I watched them anyway, haha). The way Lee Sun (L) get mad when he wants to kill the Crown Prince, the way Crown Prince or Lee Sun (Yoo Seung Ho) want to take off his mask and run away from the Palace, the way Gon-Ah find a place where the Crown Prince and his guard talking, etc., those are boring!
I’m sorry if my review here isn’t good. But I think it doesn’t matter from which point of view you talk. Since  everyone has their own idea or opinion about something so I think yeah I think it’s my opinion if you has yours you can write down on the comments.

I’m pretty sure someone else will write a positive review about this drama but from my point of view so far I’m not satisfy with this drama even though it’s just two episodes and we still have so many episodes that we haven’t watch yet.

Thank you for coming and reading.

(Someday, when I change my mind about this drama I will write a review  about it) 😉

Thaaaaaaaaannkkkk yoooooouuuu…

Posted in artikel, Opini

Perempuan, Usia, Adat, dan 24 Tahun


Saya adalah seorang perempuan, anak pertama dari tiga bersaudara. Umur saya saat ini 24 tahun. Saya senang memasang target-target yang ingin saya capai, karena dengan seperti itu hidup saya tidak statis, tidak membosankan, dan selalu ada alasan untuk terus melangkah.

image
Catch your dreams, @riannisa162

Saya baru saja melangkahkan kaki saya di negeri kangguru pada tahun 2015. Seperti sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat perizinan orang tua yang cukup sulit dan hal lainnya yang berkenaan dengan budaya dan status saya sebagai anak perempuan. Orang tua saya masih memegang erat budaya yang konon katanya anak perempuan itu tidak boleh pergi jauh-jauh. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan kehendak saya yang sangat ingin bepergian ke luar negeri untuk mengeksplor isi dunia. Saya yakin, dengan cara tersebut saya dapat mempelajari banyak hal yang tidak pernah saya temukan sebelumnya di buku atau di guru-guru saya.

Dunia ini terlalu luas untuk dibiarkan begitu saja. Sangat disayangkan kalau kita tidak pernah menjejakkan kaki di belahan dunia lainnya selain negeri Ibunda. Sayang disayangkan kalau kita sudah puas dengan apa yang ada di tanah kelahiran. Ada banyak rahasia yang perlu kita telusuri. Ada banyak misteri yang perlu kita ketahui. Tapi bukan berarti saya tidak bersyukur dengan apa yang ada di tanah Ibunda. Saya hanya ingin membuka cakrawala dan alam buana saya. Saya ingin mengetahui banyak hal di berbagai penjuru dunia.

Tapi, kembali ke usia dan budaya, di usia saya saat ini dan status saya sebagai anak perempuan, orang tua sangat menginginkan saya untuk segera menikah. Sementara saya masih ingin mengeskplor isi dunia.

Menikah bukanlah perkara mudah, bukan juga perkara sulit. Mudah dan sulitnya menikah itu tergantung situasi di mana posisi kita saat itu.

Kembali ke perkara usia dan budaya. Selalu ada dua sisi dalam hal apapun di dunia ini, termasuk perihal usia dan budaya yang saya hadapi saat ini. Dua sisi tersebut terdiri atas sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif yang berkenaan dengan usia 24 yaitu adanya sebuah penelitian yang menyatakan bahwa menikah di rentang usia 20-26 untuk perempuan adalah masa-masa yang baik karena pada usia tersebut perempuan berada pada masa suburnya. Selain itu, pada usia tersebut perempuan juga berada pada puncak kecantikan alaminya (yang satu ini hanya pendapat saya berdasarkan pengamatan pribadi saya terhadap orang-orang di sekitar saya). Akan tetapi di sisi lain, yang mana bisa membawa dampak negatif maupun dampak positif dari usia 24 tahun adalah puncaknya semangat dan ambisi untuk meraih apapun yang ia inginkan. Keegoan akan meninggi seolah ia yakin semua akan berjalan baik dan sesuai rencana, bahkan ia merasa bahwa ia tak perlu lagi nasihat orang tua karena keyakinan dan keegoannya memantapkan hatinya untuk terus melihat ke depan, tanpa melihat ke arah yang lainnya. Sisi positifnya, pada usia tersebut semangat dan idealisme serta rasa optimisme akan sangat menggelora, sangat baik kalau dimanfaatkan untuk membangun karier dan masa depan.

Dari sudut pandang budaya, wanita yang berusia 24 dan belum kunjung menikah dikhawatirkan akan menjadi perawan tua, tanpa mempertimbangkan potensi karier dan masa depan dari sudut pandang akademik. Selain itu, adat budaya juga memberlakukan bahwa wanita muda lebih disenangi kaum adam ketimbang wanita yang sudah mapan. Adanya ketidaknyamanan dari kaum adam ketika secara akademik atau materi wanita melebihi lelakinya membuat wanita harus merunduk.

Terlihat seperti zaman Kartini?

Hm… tergantung dari mana Anda menyikapi hal ini, tergantung sudut pandang siapa yang Anda gunakan untuk menyikapi hal ini. Semuanya tergantung, karena hampir semua hal itu seperti koin, memiliki dua sisi yang berbeda.

Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?

Silakan tulis komentar Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Posted in artikel, umum

Ide Menarik di Balik Truck Shows di Alexandra


Truck Shows

Minggu, 7 Juni 2015, ada sesuatu yang menarik di Alexandra, tempat aku tinggal sekarang. Biasanya situasi di tempat ini tidak begitu ramai, tidak ada kemacetan, dan tidak ada banyak orang di luar rumah, terlebih lagi karena sekarang musim dingin. Akan tetapi, kemarin orang-orang pada keluar rumah, mereka membawa anggota keluarganya, membawa binatang kesayangannya, dan ada pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk bersenang-senang dengan teman-teman dekat.

A             : “Ada apa sih di Alexandra?”
B             : “Ada truck shows.”
A             : “Truck shows? Terus apa menariknya?”
B             : “Ini sangat menarik, terutama bagi saya. Oke, kalau begitu saya jelaskan ya.”

Truck Shows merupakan salah satu upaya yang dibuat oleh warga Alexandra untuk menarik perhatian orang-orang di daerah lain sehingga mereka dapat mengunjungi Alexandra. Dengan kata lain, Truck Shows dijadikan alasan untuk menarik wisatawan datang ke daerah ini. Dengan datangnya para wisatawan itu, penduduk lokal di sini dapat memperoleh penghasilan melalui kegiatan berdagang. Sebagian penduduk lokal membuka stand-stand makanan, sedangkan sebagian yang lainnya hanya menikmati keramaian yang muncul khusus setahun sekali ini.

Truck Shows hanya diselenggarakan pada akhir minggu yang panjang, contohnya seperti tahun ini, karena hari senin libur (Queen’s birthday) mereka menyelenggarakan Truck Shows pada hari minggu. Gara-gara Truck Shows, hotel-hotel menjadi lebih ramai daripada biasanya, bisa dilihat ada banyak orang di lantai dua hotel-hotel tersebut yang ingin menyaksikan Truck Shows.

Mereka, para wisatawan, dapat melihat pameran truk-truk yang datang dari berbagai wilayah di Victoria. Tahun ini merupakan kali kesembilan belas Truck Shows di Alexandra. Tidak hanya truk, tetapi juga mobil-mobil antik nan unik turut mewarnai pamerah truk ini. Truck Shows tidak hanya memajangkan truk-truk berukuran besar dan mobil-mobil antik nan unik, tetapi ada juga wahana permainan untuk anak-anak dan remaja seperti rumah hantu, komidi putar, bombom car, perosotan mickey mouse, jumpie jump, becak air mini, penjual mainan anak-anak, dan hal-hal sejenis lainnya yang biasa dijumpai di pesta rakyat di Indonesia. Selain itu, ada juga live music yang menghibur pengunjung pameran ini.

live music at Truck Shows
live music at Truck Shows

Continue reading “Ide Menarik di Balik Truck Shows di Alexandra”

Posted in artikel, K-Pop, SNSD, Super Junior, umum, Video

6 Efek Samping menjadi Pecinta K-pop/K-drama


Saya tertawa terkekeh-kekeh sendiri setelah menonton dua video di bawah ini.

 

Saya akui, menjadi penggemar K-pop memang membawa dampak yang berbeda bagi setiap orang. Akan tetapi, kamu akan menemui beberapa kesamaan karakter  dari setiap pecinta K-pop atau K-drama.

Sebelum masuk inti pembahasan, sebaiknya kamu baca dulu notifikasi saya berikut ini!

Tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap diri saya sendiri dan juga terhadap teman-teman dan lingkungan saya yang semula bukan pecinta K-pop dan K-drama menjadi pecinta dua objek tersebut. Jadi, kepada semua pembaca yang saya sayangi, jangan merasa TERPROVOKASI dengan tulisan ini karena tulisan ini saya unggah dengan tujuan hiburan semata.

Berikut ini beberapa efek samping menjadi penggemar K-pop atau K-drama yang terlihat secara kasat mata. Continue reading “6 Efek Samping menjadi Pecinta K-pop/K-drama”

Posted in artikel, Cerpen, umum

Beautiful Autum in Australia


Musim gugur penuh warnaMusim gugur, aku tidak pernah merasakan musim ini sebelumnya karena Indonesia tidak mencantumkan musim gugur dalam daftar musim tahunannya. Indonesia hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau. Di antara musim hujan dan kemarau pun tidak ada musim gugur di dalamnya, hanya ada pancaroba yang dirasa penuh keluh kesah oleh sebagian orang karena pada musim ini daya tahan tubuh manusia menjadi lebih lemah daripada biasanya, begitu menurut pengalaman sebagian orang.

Saat ini aku tinggal di luar Indonesia. Di salah satu negara bagian yang terletak di benua terdekat dari Indonesia. Aku tidak sedang di Cina karena Cina tidak memiliki negara bagian, tidak pula di Eropa karena Eropa cukup jauh dari Indonesia. Amerika? Apa lagi, jauuuuhhhhh!!!

Aku saat ini berada di Australia. Ya, aku berada di Australia, lebih tepatnya di negara bagian Victoria. Continue reading “Beautiful Autum in Australia”

Posted in artikel

KABUMI-UPI Kembali Menggelar Perayaan Hari Angklung (Angklung’s Day)


angklung's day

16 November 2014, Kabumi (Keluarga Bumi Siliwangi)-Universitas Pendidikan Indonesia lagi-lagi menggelar perayaan Angklung’s Day. Perayaan kali keempat ini masih diselenggarakan di gedung sate alias di Kantor Gubernur Jawa Barat, masih sama seperti tahun sebelumnya. Andi, ketua pelaksana Angklung’s Day mengatakan bahwa tema yang diusung dalam Angklung’s Day kali ini adalah “Bersama Angklung Beraksi”. Berdasarkan tema tersebut, lagu-lagu yang dimainkan diantaranya yaitu Medley Nusantara, Peuyeum Bandung, Halo-halo Bandung, dan dua lagu pop yang bernuansa penuh semangat yaitu lagu Beraksi karya Band Kotak dan lagu Bendera karya Band Cokelat. Kegiatan bermain angklung bersama ini dipandu oleh Aan Handoyo, seseorang yang sudah melanglang buana bersama dan karena angklung.

Tahun ini, Angklung’s Day diikuti oleh sekitar 70 grup angklung, mulai dari tingkat TK sampai tingkat perguruan tinggi. Kantor Guberur Jawa Barat terlihat sangat berwarna dengan pakaian peserta dan sangat padat dipenuhi peserta Angklung’s Day yang akan bermain angklung bersama. Tidak hanya bermain angklung bersama, ada kegiatan yang berbeda dalam kegiatan Angklung’s Day tahun ini, yakni panitia mengadakan lomba menggambar untuk anak usia 7-13 tahun. Selain itu, ada juga special performance dari Padepokan Angklung Gubrag Cipining, Bogor.

Hadirnya Angklung’s Day merupakan salah satu apresiasi masyarakat angklung, khususnya warga Jawa Barat dan sekitarnya terhadap diakuinya angklung sebagai salah satu warisan tak benda dunia oleh UNESCO pada tahun 2010. Sejak saat itu, Kabumi sebagai salah satu organisasi yang bergerak di bidang kesenian dan kebudayaan, khsusunya budaya Sunda, mulai merintis kegiatan Angklung’s Day yang pertama kali digelar di Monumen Perjuangan, Bandung, dengan diikuti oleh 2010 pemain angklung dari berbagai kalangan (SD sampai umum).

Sebagai pemegang warisan budaya Sunda, anak-anak dan seluruh peserta yang terlibat di dalam Angklung’s Day terlihat begitu semangat menggetarkan angklungnya. Continue reading “KABUMI-UPI Kembali Menggelar Perayaan Hari Angklung (Angklung’s Day)”

Posted in artikel, K-Pop

Sekilas Tentang BTS (방탄소년단)


Hai semua…

BTS

Lama juga saya gak nulis tentang K-Pop. Hahaa… Nah, kali ini yang menjadi pembahasan saya adalah BTS (방탄소년단) atau dikenal dengan nama Bangtan Boys atau dalam Bahasa Inggrisnya Bulletproof Boys Scout. Maklum, lagi seneng BTS, hahaa…

Nama Bangtan Boys dipilih karena memiliki arti cowok antipeluru (bulletproof boys). Tapi, tentunya arti tersebut tidak dimaknai mentah-mentah, soalnya maksud dari ‘cowok antipeluru’ di sini adalah mereka dapat menahan peluru yang menyerang ke arah mereka. ‘Peluru’ itu sendiri dapat diartikan sebagai segala halang rintang yang dialami anak muda pada umumnya. *hmm… bingung ngejelasinnya, tapi intinya begitulah, hehee…*

Secara fisik, ketika member BTS tidak memakai make-up sangat terlihat wajah remajanya, terlihat polos, lugu, lucu, dan terlihat sangat muda kalau dibandingkan dengan saya, wkwkwkwkk… Tapi, kalau sudah di atas panggung, mereka terlihat lebih matang, mantap, dan oke bangeeeettt!

BTS terdiri atas 7 orang yaitu Rap Monster sebagai leader, lalu di barisan vokal ada Jin, V, Jungkook, dan Jimin, dan yang lainnya yaitu J-Hope dan Suga. Setiap member mempunyai pesona dan daya tarik tersendiri bagi fans-nya. Oh ya, tidak lama sejak mereka debut, BTS langsung mengumumkan nama resmi fans mereka, ARMY (Adorable Representative M.C for Youth). Nama fans mereka diresmikan pada tanggal 9 Juli 2013, 28 hari sejak mereka debut.

Menurut saya, lagu-lagu yang dibawakan oleh BTS benar-benar beda dengan lagu-lagu K-Pop pada umumnya, dan saya menyukai itu. Hehee… Terus, lagu yang mereka bawakan memang cocok dengan usia dan gaya mereka. Hmm… kalau membahas lagu, tampaknya harus ada pembahasan tersendiri karena pasti panjaaaaaaaaanggg bangeeetttt…

So, now let’s talk about the members. As you all know guys, BTS has 7 members and here is their profiles. Continue reading “Sekilas Tentang BTS (방탄소년단)”

Posted in artikel

Berbagi Pengalaman Tinggal di Kampung Inggris, Kediri


Satu bulan tinggal di Pare rasanya ada banyak hal yang bisa saya ceritakan di sini. Kampung Inggris, siapa sih yang gak tahu Kampung Inggris? Begitu terkenalnya kampung yang satu ini di mata orang Indonesia. Bisa saya pastikan setiap orang Indonesia pasti setidaknya pernah mendengar nama Kampung Inggris.

Tujuan saya pergi ke Kampung Inggris tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang yang pergi ke sana, ya, untuk belajar Bahasa Inggris. Berangkat bersama kawan dari Bandung menggunakan kereta api Malabar pukul empat sore hari dan sampai di Kediri pada pukul empat dini hari.

Selama di kereta, saya dan kawan terus menerus menebak seperti apa suasana di sana, bagaimana orang-orangnya, bagaimana makanannya, bagaimana cuacanya, dan satu pertanyaan besar yang sangat membutuhkan jawaban (khususnya bagi diri saya sendiri) yaitu apakah orang-orang di sana semuanya berbahasa Inggris?

Perasaan senang, penasaran, dan ingin segera sampai di sana rasanya menjadi satu, hingga akhirnya kami tertidur. Hehehe…

Oke, singkat ceritanya kami sudah sampai di Kediri. Berhubung hari masih gelap, sekitar pukul empat pagi, stasiun belum buka sehingga kami tidak bisa langsung pergi ke Kecamatan Pare. Stasiun Kediri buka sekitar pukul setengah enam. Pada saat itu, tukang becak sudah banyak menunggu di depan pintu keluar dan menawarkan jasa mereka untuk mengantarkan kami ke pangkalan angkot. Tapi, selain becak, ada juga jasa sewa mobil. Tentu saja untuk menyewa mobil tidak bisa satu atau dua orang, kecuali siap menanggung biayanya. Saya berkenalan dengan dua mahasiswa asal Jakarta dan mengajak mereka untuk pergi bersama ke Pare. Dengan demikian, akhirnya kami lebih memilih menyewa mobil daripada naik becak dan angkot. Selain lebih praktis dan cepat sampai, menyewa mobil memberikan kenyamanan sendiri karena tidak harus berdesakan dan barang bawaan tersimpan dengan aman.

Selama perjalanan menuju Kampung Inggris atau dikenal juga dengan nama Desa Tulungredjo, Pak Supir lumayan banyak bercerita mengenai Kampung Inggris dan masyarakat di sekitarnya. Ternyata tidak semua orang di sana bisa bahasa Inggris. Tentu saja ini mengagetkan karena di luar prediksi saya. Saya pikir semua orang di sana sehari-harinya menggunakan bahasa Inggris, bahkan tukang cilok pun berbahasa Inggris. Tapi ternyata tidak. Hmm…

Dua minggu pertama tinggal di Kampung Inggris rasanya… emm… 😀

Oke, saya ceritakan satu per satu, ya. Pertama, cuaca di sana menurut saya cukup ekstrim karena akan terasa panas ketika tidak ada hujan dan terasa dingin ketika hujan datang, itu menurut saya loh ya. Kedua, memang benar kata pak supir waktu itu, tidak semua orang di sini dapat berbahasa Inggris, buktinya ketika saya membeli minum dalam kemasan Continue reading “Berbagi Pengalaman Tinggal di Kampung Inggris, Kediri”

Posted in artikel, K-Pop

Di Balik Angka 1004 (Seribu Empat)


Awalnya aku biasa saja melihat angka 1004. Aku rasa itu angka yang disukai Leeteuk Super Junior, lihat saja akun twitternya (@special1004).

leeteuk

 

Tapi, pas lagi lihat video “BTS – Boy in Luv” di youtube, di deretan video-video K-Pop lainnya ada salah satu video yang membuatku tertarik untuk menceritakannya di sini, hehhee…. Ya, video itu adalah videonya BAP dengan judul lagu “1004 (Angel)”, langsung aja kuklik video itu. Terus aku langsung buka kamus bahasa Korea untuk mencari tahu kenapa angka 1004 (seribu empat) disamaartikan dengan angel (bidadari/malaikat).

Continue reading “Di Balik Angka 1004 (Seribu Empat)”

Posted in artikel, umum

Kompetisi Marchingband di Bandung


Sabtu, 28 September 2013 di gedung Gymnasium UPI, Bandung, berlangsung kegiatan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Lomba marchingband yang diadakan di Bandung ini bukan kali pertama, tetapi saya juga tidak tahu ini kegiatan yang keberapa. Kompetisi marchingband kali ini saya rasa cukup meriah karena pesertanya tidak hanya orang Indonesia, tetapi juga ada satu peserta yang berasal dari Thailand. WOW!!!
Udomsuksa merupakan grup marchingband dari Thailand. Dalam kategori percusion performance, mereka keluar sebagai juara I dan diikuti oleh grup marchingband dari Bandung “Locomitive DC” sebagai juara II. Pesertanya tidak hanya orang dewasa, tetapi juga ada yang berasal dari tingkat SD. Tapi sayangnya saya tidak sempat menonton yang tingkat junior (SD).
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu 28-29 September 2013 di gedung Gymnasium UPI, Bandung.
Berikut ini foto-fotonya…. Continue reading “Kompetisi Marchingband di Bandung”

Posted in artikel, K-Pop

EXO itu perpaduan DBSK+SJ+SHINee


Hi guys….
How are you?

EXO

Nah kali ini, saya (mimin blog ini) sebagai penggemar EXO mau memaparkan konsep EXO-menurut pikiranku sendiri-, hehehhe…
EXO kan terdiri atas 12 anggota yang terbagi dalam dua subgrup yaitu EXO-K dan EXO-M.
Kalian pasti udah tau lah ya anggota masing-masing subgrupnya, jadi miimin gak perlu nulis lagi, hehhehee… *mian

Lanjut ke inti pembahasan. Menurut mimin sih konsep EXO itu keren beeuuudddhhh!!! asli! suer!
Kalian tahu DBSK? Apa yang menarik dari mereka?
Tampang oke, suara oke, penampilan cowok banget! Ahh… pokoknya manly lah. 🙂
Nah konsep DBSK yang dimasukkan ke EXO itu Continue reading “EXO itu perpaduan DBSK+SJ+SHINee”

Posted in artikel, K-Pop

FACT ABOUT EXO’S MAMA MV


Hai EXO’s fans. Nice to meet you all guys…
I’m an EXO fan since their first album has been release. Hehehe…
I just…. WOW… how amazing they are. Their voices (actually DO, Chen, and Baekhyun), their dance moves, their looks, and their performs. I think EXO is combination of DBSK+Super Junior+ SHINee. Do you agree with me? That’s just my opinion.

Ok, let’s move to the main topic.
Have you watch EXO’s MAMA music video?
I think there’re some funny facts in MAMA music video. Let’s check it out!

1. How can butterfly flying around typhoon?
sehun

Continue reading “FACT ABOUT EXO’S MAMA MV”

Posted in artikel, Bahasa & Sastra Indonesia

TES UKBIPA-MEMBACA


Akhirnya rilis juga alat tes UKBIPA (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Tes ini hanya untuk pelajar asing Bahasa Indonesia. Saya berharap alat ini dapat membantu pembelajar asing untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan dalam bahasa Indonesia. Untuk komentar silahkan tulis di blog ini.
Terima kasih atas perhatian Anda.

Finally I release an instrument for Indonesian language test (UKBIPA). This test is just for Indonesian foreign learners. I hope this instrument will help Indonesian foreign learners to increase their reading comprehension skill in Bahasa Indonesia. For comments please write in this blog.
Thank you for your attention.

KLIK DI SINI UNTUK MEMULAI TES
CLICK HERE TO START THE TEST

*sebelum tes dimulai, Anda harus menunggu beberapa detik (before the test begins, you have to wait a few seconds).

Sebagai gambaran, lihatlah gambar-gambar di bawah ini! Continue reading “TES UKBIPA-MEMBACA”

Posted in artikel, K-Pop

Kemiripan dan Perbedaan antara Gayageum dan Kecapi


esay ini ditulis oleh Robita  (오빗) & Nunik (누닉)

Angkatan ke-11 HKLCB

Korea yang terkenal dengan K-Pop dan dramanya ternyata mempunyai beberapa kemiripan dengan Indonesia dalam hal kesenian, entah itu tarian maupun alat musik. Tarian yang mirip yaitu tari kipas di Korea dan tari kipas di Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan. Sementara itu, melalui drama “Heartstring” dijumpai alat musik gayageum yang dimainkan oleh tokoh utamanya. Gayageum sangat mirip dengan  alat musik suku Sunda di Indonesia, kecapi. Gayageum dimainkan dengan cara dipetik, sama seperti kecapi. Gayageum mempunyai dawai-dawai, begitu pula dengan kecapi.

Kata kunci: gayageum, kecapi, Korea, Indonesia

Kecapi di Korea

Alat musik rakyat asli Korea telah berkembang sejak masa prasejarah sampai masa Silla Bersatu (668-935). Pada masa tiga kerajaan (57 SM – 668) beberapa jenis alat musik dari Asia Tengah diperkenalkan ke Korea. Alat musik Cina dari Dinasti Tang diperkenalkan di akhir periode Silla Bersatu dan dari Dinasti Song pada masa Dinasti Goryeo (918-1392), sehingga meningkatkan jumlah alat musik Korea. Para musisi Korea dapat melakukan eksperimen dengan alat-alat musik tersebut. Alat-alat musik Cina lama kelamaan diadaptasi menjadi alat musik Korea pada masa Dinasti Joseon (1392-1910).

Gayageum (hangul: 가야금. hanja: 伽倻琴) merupakan alat Continue reading “Kemiripan dan Perbedaan antara Gayageum dan Kecapi”

Posted in artikel, Bahasa & Sastra Indonesia, umum

Kami Rindu Wayang Golek


Wayang golek merupakan salah satu hasil kebudayaan manusia Indonesia, khususnya masyarakat di Pulau Jawa. Pada awalnya, wayang golek digunakan sebagai media untuk menyiarkan ajaran agama, karena kala itu masyarakat sangat suka dengan dongeng dan cerita-cerita. Segala penyampaian yang ditujukan kepada masyrakat disampaikan melalui wayang karena bersifat tidak menggurui atau menyuruh atau melarang secara langsung, tetapi secara halus, melalui cerita yang dikemas dengan menarik oleh dalang.

Saat ini, pergelaran wayang golek sudah jarang ditemui, walaupun itu di tanah Jawa. Wayang golek sudah tidak setenar pada masa itu. Kalaupun ada yang menonton, yang datang pasti kalangan tua saja, sedangkan anak mudanya bergumul di Organ Tunggal Dangdut kontemporer dengan penyanyi-penyanyi dangdutnya yang seksi-seksi. Sungguh miris! Continue reading “Kami Rindu Wayang Golek”

Posted in artikel

Tradisi Saweran ‘Momolo’ di Kampung Dukuh Kopi


Tradisi merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun oleh suatu kelompok masyarakat atau suku. Setiap masyarakat di belahan dunia ini pasti memiliki tradisi yang berbeda-beda dan khas, begitu pula dengan masyarakat kampung Dukuh Kopi, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharja, Kabupaten Brebes ini. Sebelumnya, saya beri penjelasana sedikit mengenai masyarakat dan lokasi Kampung Dukuh Kopi. Kampung Dukuh Kopi terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Barat. Dari segi sosial, tentu saja masyarakatnya merupakan masyarakat yang menggunakan bilingual, perpaduan antara Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa, meskipun tingkat kesopanannya bila dibandingkan dengan masyarakat Sunda/Jawa di Bandung/Jogja, pasti sangat jauh dan terkesan kasar. Tapi, ya itulah keadaannya, bukan maksud mereka berkata kasar, tetapi tingkat kesopanan di setiap daerah saya rasa pasti berbeda. Jadi, jangan dibandingkan! 😉

Mereka juga memiliki tradisi yang khas dan cukup banyak. Akan tetapi, untuk kali ini saya akan berbagi cerita sedikit tentang tradisi saweran momolo di Kampung Dukuh Kopi ini. Momolo merupakan bagian paling atas rumah yang berfungsi sebagai ‘wuwung’ (Bahasa Sunda) atau bagian paling untuk merangkai genting di atap rumah. Momolo sendiri tidak sekadar kayu panjang yang melintang di atap rumah, tetapi lebih sakral dari itu semua, khususnya bagi masyarakat Dukuh Kopi dan masyarakat Kecamatan Banjarharja pada umumnya. Continue reading “Tradisi Saweran ‘Momolo’ di Kampung Dukuh Kopi”

Posted in artikel, umum

KABUMI-UPI Kembali Menggelar Lomba Musik Angklung Padaeng (LMAP) ke-VII


Mewakili salah satu dari sekian banyak kesenian di Indonesia, musik angklung telah menjadi kebanggaan rakyat Indonesia pada umumnya dan warga Jawa Barat pada khususnya. Jiwa kebersamaan dan kekompakan yang terdapat dalam angklung merupakan representasi jiwa luhur bangsa Indonesia. Dengan sekian banyak keunikan yang dimilikinya, angklung mampu memadukan warna keindahan musik dalam kokohnya jiwa persatuan secara universal di semua kalangan. Selain itu, suatu kebanggaan bahwa angklung dijadikan sebagai salah satu alat pendidikan musik di sekolah-sekolah, sebagaimana tercantum dalam SK MENDIKBUD RI No.082/1968. Terlebih lagi dengan dimasukkannya angklung dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia oleh UNESCO menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat angklung.

Tahun ini, KABUMI kembali akan menggelar Lomba Musik Angklung Padaeng (LMAP) ke-VII. Tujuannya Continue reading “KABUMI-UPI Kembali Menggelar Lomba Musik Angklung Padaeng (LMAP) ke-VII”