Diposkan pada Cerpen

Ep.2 – Katakan, Aku Rindu!


Kemarin ada pelangi di langit senja. Entah kamu di mana. Aku rindu.

Kemarin, aku berharap kamu menjadi salah satu orang yang mengucapkan selamat ulang tahun di pagi hari. Kutunggu hingga sore, tapi tak tampak juga. Hingga pelangi datang menghiburku dan menorehkan senyum di wajahku. Sejenak melupakan dirimu.

Kau yang semalam sebelumnya hadir di mimpiku benar-benar mampu membuatku bahagia. Tapi justru di hari yang akan selalu kukenang, kau tak muncul sedikit pun. Aku rindu.

Malam pun datang. Tapi, kau tak jua muncul ke hadapan. Tak juga kata-katamu. Sungguh, aku rindu. Kamu di mana?

Hingga tengah malam datang, menyelimutiku dalam harapan yang tak berkembang. Kau tak juga datang. Kau di mana? Aku rindu.


Keesokan harinya, kulihat insta-story-mu memanjangkan cerita bahagiamu menerima angpau pertamamu bersama keluarga temanmu. Tak salah, karena itu adalah pengalaman pertamamu dalam merayakan tahun baru imlek. Hanya saja aku kecewa. Aku kecewa pada diriku sendiri yang mengharapkanmu untuk hadir di hari ulang tahunku. Walaupun hadirmu itu hanya diwakili kata-kata yang kau kirim melalui instagram, whatsapp, facebook, atau mungkin facebook messenger.

Kau tak salah. Aku yang salah karena mengharapkanmu untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Aku yang salah karena menaruh harapan padamu. Tak seharusnya kulakukan itu.

Kau tak salah, Ruodrik.


Seiring dengan pupusnya harapan yang telah kubuat sendiri terhadapmu, mungkin pupus juga harapanku dan rencanaku untuk mencintaimu. Kecuali waktu berbuat sesuatu.

Ruodrik, aku akan kembali ke tempatku. Kalau kau rindu, lakukan sesuatu. Kalau aku rindu, biarkan saja. Itu urusanku.


Selamat ulang tahun, Sita.

Notifikasi facebook messenger membuatku meraih gawaiku. Kulihat namamu muncul di layar. Kau mengucapkan selamat ulang tahun untukku.

Tapi, entah aku tak merasa bahagia. Mungkin karena harapanku telah berlalu.

Tapi, terima kasih kau masih mengucapkannya. I appreciate it.

Tapi, tak langsung kujawab seketika itu juga. Aku membiarkanmu berdiri di sana. Biarkan saja!

Tapi, aku juga tak tahan untuk membiarkanmu berlama-lama, walau mungkin kau tak menunggu balasanku juga. Kujawab, “Thank you.” Tanpa ada tambahan apa-apa lagi. Ya, cukup terima kasih kuucapkan sebagai bentuk apresiasiku.

Terima kasih, Ruodrik.

Bersambung…

Iklan
Diposkan pada Puisi

Mengadu


FB_IMG_1434053936459

aku mengadu
dengan kututupi mukaku
tapi tak kututup mataku

aku mengadu
dengan kututupi telingaku
tapi bisingnya suara masih menderu

aku mengadu
dengan kututupi mulutku
tapi masih ada kata dalam debu

aku mengadu
dengan kututupi hatiku
tapi rindu itu masih menggebu

aku mengadu
dan akan terus mengadu
hingga bosan mengadu
datang mengadu padaku

Alexandra, 7 Oktober 2015

Diposkan pada artikel, Cerpen, umum

Beautiful Autum in Australia


Musim gugur penuh warnaMusim gugur, aku tidak pernah merasakan musim ini sebelumnya karena Indonesia tidak mencantumkan musim gugur dalam daftar musim tahunannya. Indonesia hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau. Di antara musim hujan dan kemarau pun tidak ada musim gugur di dalamnya, hanya ada pancaroba yang dirasa penuh keluh kesah oleh sebagian orang karena pada musim ini daya tahan tubuh manusia menjadi lebih lemah daripada biasanya, begitu menurut pengalaman sebagian orang.

Saat ini aku tinggal di luar Indonesia. Di salah satu negara bagian yang terletak di benua terdekat dari Indonesia. Aku tidak sedang di Cina karena Cina tidak memiliki negara bagian, tidak pula di Eropa karena Eropa cukup jauh dari Indonesia. Amerika? Apa lagi, jauuuuhhhhh!!!

Aku saat ini berada di Australia. Ya, aku berada di Australia, lebih tepatnya di negara bagian Victoria. Lanjutkan membaca “Beautiful Autum in Australia”

Diposkan pada Cerpen

[Cerpen] Nada Cinta Masa Lalu


Aku duduk di sana, memperhatikanmu yang sedang duduk berdua dengan seorang wanita. Aku tahu siapa wanita tersebut. Dia adik kelas kita waktu SD. Sepertinya kenangan kita tak mudah untuk dilupakan walau pada awalnya aku dapat menganggapnya berlalu bergitu saja.

Ingatkah kau ketika teman-teman kita menyoraki kita?
Ingatkah kau ketika teman-teman kita memasangkan kita sebagai Kartini dan pasangannya?
Ingatkah kau masa ketika kau disukai banyak wanita karena rupamu?
Kuharap kau mengingatnya.

Aku mengenalmu sejak kelas IV SD. Kau menjadi ketua kelas pada saat itu. Aku bersama Lina dan Cicih duduk bersama, sedangkan kamu bersama Asep dan Agus. Kurasa di kelas IV tidak ada kenangan manis di antara kita. Aku masih ingat dengan jelas kapan rasa ini muncul, yakni pada saat kelas lima. Karena untuk yang keduakalinya kau terpilih sebagai ketua kelas dan aku sebagai sekretarisnya. Tentu banyak komunikasi yang terjalin karena status struktural tersebut. Terlebih pada saat itu kita juga dipasangkan sebagai Ibu Kartini beserta suaminya. Banyak orang yang bersorak kepada kita.

Aku dengan malu-malu berjalan di atas panggung dan kau berjalan di sampingku. What a nice moment that is.

Kelas VI, kita mengenal semakin jauh. Kita sama-sama lolos Porseni tingkat sekolah, kita maju ke tingkat kecamatan. Kau di sepak takraw dan aku di bulu tangkis. Semangatku bertambah ketika kutahu kau lolos dari tingkat kecamatan dan maju ke tingkat kawedanan. Saat itu aku berusaha agar akupun bisa lolos sehingga kita bisa maju bersama lagi.

Keinginanku menjadi kenyataan. Kita lolos! Kau di sepak takraw dan aku di bulu tangkis. Walaupun lapangan kita berbeda, tapi aku yakin semangat kita ada untuk satu sama lainnya, saling menyemangati dan saling mendukung.

Menurutku kelas VI menjadi pintu pembuka bagi kita untuk dapat saling mengenal lebih dalam lagi. Karena kuingat kau pernah meminta padaku untuk belajar kelompok bersama. Kau dengan kelompokmu mendatangi kelompokku untuk belajar bersama. Sebenarnya aku senang dengan hal itu, tapi Ayah Ibuku terlalu ketat dalam hal aturan. Mereka tidak akan membolehkan anak laki-laki berkumpul dengan anak perempuan, sekalipun alasannya untuk belajar bersama.

Apakah kau masih ingat tatkala itu kau memintaku keluar dari masjid untuk mengobrol sedikit hal? Aku masih mengingatnya betul. Kau duduk di atas raranjangan—tempat duduk yang terbuat dari bambu dan bentuknya memanjang seperti ranjang—di bawah tiang listrik. Teman-temanmu membawaku padamu. Kalau saat ini aku bayangkan kembali hal itu, rasanya sangat terlihat cinta monyet telah berkembang saat itu. Dengan malu-malu, aku melangkah menghampirimu.

Singkat cerita, kau menyatakan perasaanmu. Aku senang. Hatiku berbunga-bunga. Ya, mungkin beginilah cinta monyet. Kita berdua sama-sama menjadi monyet yang sedang malu-malu jatuh cinta. Monyet-monyet kecil yang sudah mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Monyet-monyet kecil jelmaan anak-anak yang sedang beranjak remaja.

Kelulusan SD sudah berlalu. Tiba saatnya untuk melanjutkan sekolah ke SMP. Kau kembali memintaku menemuimu. Dengan mengungkapkan hal yang sama, kali ini kau benar-benar mengharapkan jawaban dariku. Dengan membawa kakak sepupumu, kau berusaha menyakinkan bahwa kau ingin kita berada dalam satu jalinan, pacaran. Seketika itu, aku menjawab ‘ya’. Kemudian kita bercakap panjang lebar. Kembali dua orang monyet kecil sedang dilanda kebahagiaan merasakan cinta monyet.

“Hmm…” aku mencoba memulai pembicaraan.
“Makasih, ya,” ucapnya untuk memulai pembicaraan.
“Hah? Eh… Oh iya, hehe…” mulutku kaku sendiri, mungkin saking bahagianya, “boleh aku tanya sesuatu, gak?”
“Boleh, tanya apa?”
“Kenapa kau memlih aku?”
Lanjutkan membaca “[Cerpen] Nada Cinta Masa Lalu”

Diposkan pada artikel, Bahasa & Sastra Indonesia

TES UKBIPA-MEMBACA


Akhirnya rilis juga alat tes UKBIPA (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Tes ini hanya untuk pelajar asing Bahasa Indonesia. Saya berharap alat ini dapat membantu pembelajar asing untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan dalam bahasa Indonesia. Untuk komentar silahkan tulis di blog ini.
Terima kasih atas perhatian Anda.

Finally I release an instrument for Indonesian language test (UKBIPA). This test is just for Indonesian foreign learners. I hope this instrument will help Indonesian foreign learners to increase their reading comprehension skill in Bahasa Indonesia. For comments please write in this blog.
Thank you for your attention.

KLIK DI SINI UNTUK MEMULAI TES
CLICK HERE TO START THE TEST

*sebelum tes dimulai, Anda harus menunggu beberapa detik (before the test begins, you have to wait a few seconds).

Sebagai gambaran, lihatlah gambar-gambar di bawah ini! Lanjutkan membaca “TES UKBIPA-MEMBACA”

Diposkan pada artikel, Bahasa & Sastra Indonesia

Transkripsi, Transliterasi, dan Terjemahan Karya Sastra Kuno Indonesia


Tugas Matakuliah Sastra Nusantara
oleh Robita Ika A.

Karya sastra nusantara merupakan suatu kekayaan tersendiri bagi bangsa kita, Indonesia. Karya sastra nusantara yang notabenenya kuno ini secara eksistensi sudah tidak se-eksis dulu. Di Indonesia, kebudayaan bersastra dimulai dengan munculnya sastra melayu rendah. Salah satu sastra yang akan dianalisis kali ini adalah mantra. Mantra ini nantinya akan ditranskripsi, transliterasi, dan terjemahan. Transkripsi diperlukan untuk mengubah tuturan atau bunyi menjadi tulisan. Setelah tulisan yang biasanya menggunakan huruf Arab atau Palawa yang diubah menjadi huruf latin itu disebut transliterasi. Biasanya tulisan yang digunakan pada sastra kuno menggunakan bahasa daerah. Bahasa daerah itu diubah kedalam bahasa Indonesia, sehingga dimengerti disebut terjemahan.

Secara fisik, mantra-mantra yang biasanya berwujud lontar atau kitab ini sudah sangat langka. Di samping itu, sudah sangat sedikit orang yang dapat memahami artinya. Sementara orang awan cukup percaya Lanjutkan membaca “Transkripsi, Transliterasi, dan Terjemahan Karya Sastra Kuno Indonesia”

Diposkan pada artikel, Bahasa & Sastra Indonesia

Pemakaian Ragam Bahasa Tulis dalam SMS


Tugas Matakuliah Problematik Bahasa Indonesia
oleh: Robita Ika Annisa

Pesatnya perkembangan zaman membawa manusia pada meningkatnya fasilitas dalam menjalani kehidupan. SMS atau Short Message Service merupakan suatu media pengantar pesan. Kini, orang tidak perlu lagi repot mengirimkan surat ke kantor pos, tidak perlu perangko, dan alamat lengkap. Cukup ketahui nomor yang dituju. Praktis merupakan salah satu kelebihan dari mengirim pesan via SMS, tetapi kelemahannya berupa terbatasnya karakter yang disediakan untuk sebuah SMS. Karakter yang disediakan untuk sebuah SMS biasanya antara 140-160 karakter. Hal ini tentu saja membuat penggunanya harus cermat dan cerdas dalam menggunakan karakter (huruf) SMS yang sangat terbatas itu. Bandingkan dengan menulis surat di kertas, tidak ada batasan karakter untuk satu suratnya, cukup sediakan kertas untuk menulis surat sebanyak yang diperlukan.

Terbatasnya karakter dalam sebuah SMS berhubungan dengan pemendekan kata yang sering dilakukan pengguna SMS. Sudah jelas maksud dari pemendekatn kata dalam SMS ini, yaitu agar si pengirim pesan dapat lebih banyak menyampaikan pesannya tanpa harus membayar tarif dua SMS. Berkenaan dengan pemendekan kata, sebenarnya dalam KBBI, Lanjutkan membaca “Pemakaian Ragam Bahasa Tulis dalam SMS”

Diposkan pada artikel, Bahasa & Sastra Indonesia

Hakikat Bahasa, Pengertian Sosiolinguistik, dan Pandangan Sosiolinguistik terhadap Bahasa


Tugas ke-1 Soiolinguistik
oleh: Robita

Pertanyaan:
1) Apakah yang Anda ketahui menganai hakikat bahasa?
2) Sebutkan beberapa pengertian sosiolinguistik!
3) Bagaimanakah pandangan sosiolinguistik terhadap bahasa?

Jawaban:
1) Hakikat Bahasa

Hakikat bahasa menurut Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik edisi ketiga adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Sementara menurut H. Douglas Brown dalam bukunya Henry Guntur Tarigan “Pengajaran Pragmatik” menyebutkan hakikat bahasa sebagai suatu sistem yang sistematis, barangkali juga untuk sistem generatif; seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer. Abdul Chaer dan Leonie Agustina menyebutkan hakikat bahasa dalam buku “Pragmatik: Perkenalan Awal” yaitu sebuah sistem, artinya, bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.
Sapir (1921) dalam A. Chaedar Alwasilah (1990) bahwa bahasa adalah “A purely human and non-instinctive method of communicating ideas, emotions, and desires, by means of a system of voluntarily produced symbols.” Lanjutkan membaca “Hakikat Bahasa, Pengertian Sosiolinguistik, dan Pandangan Sosiolinguistik terhadap Bahasa”

Diposkan pada artikel, umum

Ungkapan Tabu


Catatan semantik (24 mei 2011)

Secara khusus, ungkapan tabu adalah Ungkapan yang tidak boleh diungkapkan dalam suasana tertentu dalam hubungannya dengan kepercayaan. Ungkapan tabu ada karena adanya larangan untuk mengucapkan kata-kata tertentu. Ungkapan tabu disiasati supaya tidak secara vulgar diucapkan.

Ungkapan tabu menurut Ullman dibagi 3:
• Tabu karena sesuatu yang menakutkan
• Tabu karena sesuatu yang tidak mengenakkan
• Tabu karena sesuatu yang tidak pantas

Menurut Mahmud Fasya, ungkapan tabu dibagi jadi 2:
• Dimensi horizontal (habluminannas) yaitu sesuatu yang tidak mengenakkan & tidak pantas
• Dimensi vertikal (hubungannya dengan Tuhan atau yang berbau gaib) yaitu sesuatu yang menakutkan

Tabu karena sesuatu yang menakutkan
– Warisan dari animisme dan dinamisme
– Contoh: pada masyarakat Jawa merasa tabu menyebut kata ‘tikus’, sehingga harus disanjung dengan panggilan ‘den bagus’.
– Contoh: pada masyarakat Sunda (Ciamis), kelelawar tidak boleh disebut ‘lalay’, tetapi ‘buah labu’.

Ungkapan tabu yg relasi manusia dg manusia masih berlaku hingga sekarang, kaitannya dg sopan santun. Ungkapan tabu ini berhubungan juga dg nilai rasa sosial.
Nilai rasa sosial selalu berkembang tiap zamannya.
Contoh:
– kata ‘cacat’ dirasa tidak enak, sehingga diubah menjadi ‘tuna’.
– Kata ‘jamban’ bernilai lebih rendah daripada ‘toilet’.
– Kata ‘kutang’ nilai rasanya tidak lebih enak daripada ‘bra’.

Kita lebih sering menggunakan kosakata asing daripada kosakata asli, karena kosakata asli nilai rasanya jorok.

Strategi menghindari ungkapan tabu dlm Bhs Indonesia
– Gunakan eufimisme (nilai rasanya lebih halus)
– Mengganti bunyi, contoh menyebutkan kata ‘anjing’ dengan kata ‘anjrit’ (bagi orang Sunda), ‘asu’ dengan ‘asem’ (bagi orang Jawa).
– Abreviasi (pemendekan), contoh ‘miss V’ utk ‘vagina’, ‘sekwilda’ = ‘sekitar wilayah dada’, ‘perek’ = ‘perempuan rekrutan’.
– Metafora atau kiasan, contoh utk ‘celana dalam’ = ‘segitiga pengaman’, ‘burung’ utk menyebutkan kemaluan laki-laki.
– Menggunakan kata lain (sinonim)
– Diganti dengan bahasa asing, contoh ‘pantat’ diganti ‘dubur’, ‘kotoran’ diganti ‘feses, tinja’.
– Menciptakan kata dengan ‘tuna’, contoh tunasusila.
– Mengikuti perkembangan zaman, contoh kata ‘kuli’ diganti jadi ‘pekerja, karyawan’.
– Ungkapan yang memberi kesan lebih baik atau menciptakan ungkapan yang baru, contoh ‘mantan anggota GAM itu kembali ke ibu pertiwi’ padahal yang dimaksud adalah ‘menyerah’.

Asosiasi makna biasanya berhubungan dengan fitur semantik.

sumber: Sitaresmi, Nunung, Fasya, Mahmud. 2011. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Bandung: UPI Press

Diposkan pada artikel, Bahasa & Sastra Indonesia, umum

Semantik Bahasa Indonesia


(SEBUAH RANGKUMAN & CATATAN PERKULIAHAN)

A. Pengenalan Semantik
Menurut Katz (1971:3) semantik adalah studi tentang makna bahasa. Sementara itu semantik menurut Kridalaksana dalam Kamus Linguistik adalah bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara. Secara singkat, semantik ini mengkaji tata makna secara formal (bentuk) yang tidak dikaitkan dengan konteks. Akan tetapi, ternyata ilmu yang mempelajari atau mengkaji makna ini tidak hanya semantik, ada juga pragmatik. Untuk membedakannya, berikut ini ada beberapa poin yang mudah untuk diingat dan dapat dengan jelas membedakan semantik dengan pragmatik.

Perbedaan kajian makna dalam semantik dengan pragmatik
1. Pragmatik mengkaji makna di luar jangkauan semantik
Contoh:
Di sebuah ruang kelas, Dewi duduk di deretan kursi belakang. Lalu, ia berkata kepada gurunya, “Pak, maaf saya mau ke belakang.Lanjutkan membaca “Semantik Bahasa Indonesia”

Diposkan pada artikel, Bahasa & Sastra Indonesia

SEJARAH SASTRA INDONESIA


(sebuah rangkuman perkuliahan)

Pengertian sejarah menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yg benar-benar terjadi di masa lampau. Atau menurut catatan perkuliahan yang saya ikuti, pengertian sejarah yaitu cabang ilmu sastra yang berusaha menyelidiki perkembangan sastra sejak awal pertumbuhannya sampai pada perkembangan sastra saat ini.
Cabang-cabang yang ada dalam ilmu sastra yaitu teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra. Teori sastra merupakan bagian yang membahas hakikat dan pengertian sastra, sedangkan kritik sastra adalah ilmu sastra yang menyelidiki karya sastra secara langsung. Adakah di antara kalian yang tahu hubungan timbal balik antara cabang-cabang sastra tersebut? Berikut ini saya gambarkan relasi ketiganya.

Hubungan timbal-balik antara teori sastra dengan sejarah sastra: Lanjutkan membaca “SEJARAH SASTRA INDONESIA”